Permasalahan kulit, seperti kita ketahui bersama dapat menyerang siapa saja, termasuk bayi dan anak-anak. Apalagi kulit bayi dan anak-anak umumnya lebih sensitif dibandingkan kulit orang dewasa, sehingga dibutuhkan perhatian khusus untuk menghindari masalah pada kulit mereka.

Biasanya permasalahan kulit yang kerap menyerang bayi dan anak-anak antara lain adalah eksim popok dan eksim atopik. Seperti dikatakan dr. Matahari Arsy, SpKK, “Permasalahan kulit yang sering dihadapi anak yaitu pertama, eksim popok, di mana kondisi kulit pada area selangkangan dan bokong bayi kemerahan hingga bruntusan. Sedangkan yang kedua adalah eksim atopik, permasalahan ini memiliki ciri – ciri kulit yang kering lalu gatal, ruam kemerahan, retak kulit pada lipatan kulit, penebalan kulit, hingga eksudat (pengeluaran cairan kulit).”

Foto: freepik

Lebih lanjut dr. Matahari menjelaskan, terapi utama yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan kulit anak adalah dengan edukasi orang tua mengenai penyakitnya, cara merawat kulit area popok, dan obat tambahan yang diresepkan sesuai kondisi eksim anak. “Perawatan disesuaikan dengan keadaan eksim saat itu, seperti derajat keparahan, luas infeksi, kondisinya kering atau basah, lokasi, serta apakah mengganggu tidur atau tidak,” terang dr. Matahari.

Pada eksim popok, ruam yang timbul umumnya dipengaruhi oleh iritasi dari urin, feses, oklusi kulit menyebabkan maserasi, dan infeksi terutama jamur. Terapi yang dapat dilakukan atara lain adalah mengganti popok setiap enam sampai delapan jam sekali atau segera setelah buang air besar. Kemudian cuci dengan air mengalir dan sabun bayi, dan keringkan dengan metode menepuk menggunakan kain lembut atau bola kapas.

Sedangkan perawatan yang dapat dilakukan bila tidak terinfeksi, yaitu dengan diberikan krim atau salep yang mengandung anti radang dan pasta pelindung kulit. Namun bila anak sudah terinfeksi maka terapi dikombinasi menggunakan krim atau salep sesuai penyebab infeksi. Terapi lainnya mungkin perlu ditambahkan seperti obat minum sesuai kondisi anak.

Foto: pexels

Berbeda dengan eksim popok, dermatitis atopik atau eksim atopik adalah penyakit kulit kronik berulang yang disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu genetik, imunologik, dan lingkungan. Pada anak usia dua bulan hingga dua tahun, eksim atopik memiliki ciri kulit yang kering, merah, kadang membasah di kedua pipi, leher, dada, siku, dan lutut. Anak usia dua tahun sampai 10 tahun memiliki ciri kulit yang sama namun di area lipat siku, lipat lutut, dan pergelangan tangan.

“Masyarakat sering beranggapan bahwa penggunaan sabun antiseptik, sering cuci tangan, pengolesan minyak dan bedak ke badan anak, penggunaan tisu basah, penggunaan sunscreen itu penting. Tetapi faktanya, melakukan hal tersebut bila tidak dilakukan dengan tepat dapat memberikan efek yang tidak diinginkan. Penggunaan sabun antiseptik, sering mencuci tangan dan pengolesan minyak pada kulit anak yang lebih tipis dapat menimbulkan iritasi. Pemberian bedak yang berlebihan terutama area di atas perut berbahaya bila terhirup, sedangkan pemberian sunscreen pada bayi di bawah enam bulan lebih banyak efek samping dibandingkan dengan efek perlindungannya,” tambah dr. Matahari.