Orang tua manapun pasti bangga memiliki anak yang cerdas dan berprestasi. Namun tidak semua orangtua peka terhadap kebutuhan dan kebiasaan anak yang membuatnya tumbuh cerdas. Nah, tumbuh kembang seorang anak pun selain dipengaruhi faktor genetik dan lingkungan, pemberian makanan yang tepat juga sangat penting. Begitupun dengan kebiasaan sarapan sehat.

dr. Ulul Albab SpOG dari Ikatan Dokter Indonesia menjelaskan, “Setiap hari kita sebenarnya berpuasa, yaitu pada saat tidur malam sekitar delapan hingga sepuluh jam lamanya. Selama tidur, kita tidak mengonsumsi apapun, sementara organ tubuh kita tetap bekerja. Sewaktu kita tidur, energi yang dipakai oleh tubuh untuk menjalankan fungsi metabolisme dan fisiologis itu didapat dari glukosa dalam darah, glikogen liver, dan asam lemak bebas”.

“Akibatnya, di pagi hari, kadar gula dalam darah, glikogen dan insulin berkurang drastis. Itu sebabnya kita merasa lemas di pagi hari. Oleh sebab itu, tubuh membutuhkan asupan makanan yang bernutrisi di pagi hari,” terang dr. Ulul.

Foto: freepik

Lebih lanjut dr. Ulul mengatakan, bagi anak sarapan memiliki peran yang sangat penting untuk mendapatkan asupan makanan agar membentuk energi yang diperlukan untuk beraktivitas sepanjang hari dan membantu anak lebih berkonsentrasi dalam belajar. Apalagi, sarapan idealnya memenuhi 10-15% kebutuhan gizi harian. Anak yang terbiasa sarapan pagi akan memiliki kemampuan berkonsentrasi yang lebih baik dari pada anak yang tidak terbiasa sarapan pagi, sehingga prestasinya pun akan lebih baik.

dr. Ulul Albab, SpOG menambahkan, “Jika anak tidak sarapan, biasanya mereka akan merasa lemas atau lesu sebelum tengah hari. Hal ini akan menyebabkan anak sulit berkonsentrasi dan berpikir di dalam kelas. Tubuh dan otak manusia membutuhkan asupan makanan yang bernutrisi di pagi hari”.

Otak merupakan organ tubuh yang membutuhkan karbohidrat, bahkan saat sedang tertidur. Sehingga orangtua perlu mengenali sumber karbohidrat yang sesuai dengan anak. Macam-macam karbohidrat yang dapat dijadikan menu sarapan sehat adalah ubi-ubian, kentang, jagung, atau sereal. “Dalam seporsi sarapan harus ada karbohidrat, protein, serta sigmavit atau sumber multivitamin dan kalsium serta mineral,” tutup dr. Ulul.