Tahukah Medika Friends? Organ tubuh terbesar pada manusia adalah kulit, yang salah satu fungsinya adalah sebagai pelindung tubuh. Selain itu kulit merupakan bagian terluar dari tubuh, dan terdiri dari tiga lapisan utama yaitu epidermis, dermis, dan hypodermis.

Sebagai bagian terluar, kulit seringkali menjadi sorotan dan paling diperhatikan penampilannya. Sehingga banyak orang yang menginginkan kulitnya selalu cantik dan sehat dalam setiap kesempatan.

Dikatakan dr. Radityo Anugrah, SpKK, pada dasarnya kulit yang sehat itu dapat ditandai dengan ciri-ciri seperti, kulit bercahaya, warnanya merata, bebas noda, bebas masalah seperti jerawat dan kulit kusam, serta kulit kenyal.

Namun seiring bertambahnya usia, masalah kulit yang dihadapi pun berubah. Oleh sebab itu kulit membutuhkan perawatan yang baik pada masing-masing jenjang dan kebutuhannya.

Salah satu perawatan kulit yang masih menjadi pilihan banyak orang adalah Skin Rejuvenation. Skin Rejuvenation merupakan suatu prosedur untuk mencegah, menghambat atau memperbaiki kulit yang sudah mulai berubah akibat bertambahnya usia dan mengembalikan ke keadaan kulit saat usia masih muda.

Foto: freepik

Kerusakan kulit dapat disebabkan oleh faktor instrinsik (dalam) dan ekstrinsik (luar). Faktor instrinsik adalah faktor penuaan sedangkan faktor ekstrinsik paling banyak melibatkan sinar matahari/UV.

Skin rejuvenation dapat dicapai melalui berbagai modalitas. Terdapat beberapa macam peremajaan kulit, yaitu:

  • Peremajaan harian yang dapat dilakukan dengan menggunakan krim perawatan wajah.
  • Peremajaan dengan metode peeling secara kimiawi/chemical peeling, maupun secara mekanis seperti mikrodermabrasi. Tindakan ini bertujuan untuk mengangkat lapisan kulit paling luar, untuk memicu pertumbuhan kulit yang baru dan lebih sehat, sehingga kulit terlihat lebih muda dan cerah. Peremajaan dengan modalitas termal/panas dengan menggunakan perangkat radio frekuensi (RF) digunakan untuk menginduksi efek termal pada kulit yang memicu produksi kolagen sehingga kulit akan tampak lebih muda dan kencang.
  • Peremajaan dengan injeksi berupa botulinum toxin (botox) atau filler.
  • Peremajaan secara bedah, yaitu dengan facelift atau mini facelif.
  • Peremajaan dengan menggunakan sinar/cahaya berupa laser atau Intense pulse light (IPL).

Di samping itu, dalam melakukan peremajaan kulit salah satu langkah yang patut dilakukan adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Sebab, akan terjadi pula penuaan yang bisa disebabkan faktor intristik seperti faktor genetik dan metabolismeserta faktor ekstrinsik misalnya akibat paparan UV, merokok, dan gaya hidup yang kurang baik.