Selama masa kehamilan biasanya posisi bayi akan berubah-ubah, karena bayi terus mengalami pergerakan. Saat mendekati masa persalinan, umumnya kepala bayi mulai turun dan berada di bawah sehingga ketika lahir kepala bayi akan lebih dulu keluar. Namun tidak semua bayi berada pada posisi normal ini, beberapa diantaranya mengalami posisi sungsang, yaitu posisi dimana bagian terendah janin bukan kepala melainkan bokong atau kaki.

Jika bayi berada dalam posisi ini, persalinan normal akan terlalu berisiko untuk dilakukan. Sehingga biasanya ibu disarankan untuk melakukan operasi Caesar.

Meski demikian janin dengan posisi sungsang masih bisa diatasi salah satunya dengan melakukan gerakan knee chest. Dikatakan dr. Agus Supriyadi, SpOG, gerakan ini sebaiknya dilakukan lima menit pada pagi hari, lima menit di siang hari, dan 10 menit saat sore hari. Dengan melakukan gerakan ini diharapkan bayi dapat berputar secara spontan ke posisi yang normal.

Foto: freepik

Dokter Agus juga mengatakan jika sampai memasuki masa persalinan ternyata kepala bayi belum juga berada di bawah, maka dokter akan membicarakannya dengan pasien. Jika bayi yang akan dilahirkan merupakan anak pertama dan sungsang, maka perlu kesepakatan untuk melakukan seksio cesarea (sc) atau dikenal dengan operasi sesar.

Bahkan, di seluruh dunia pun ada SOP yang mengatakan jika terdapat indikasi pada anak pertama yang sungsang, maka dilakukan operasi sesar karena dilakukan secara normal akan menimbulkan komplikasi. Jika tim medis yang menolongnya tidak terampil maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi fraktur (patah tulang) pada lengan. Hal yang paling mengerikan yang mungkin akan terjadi adalah jika bokong bayi sudah bisa keluar tapi kepala masih tersangkut, atau lebih dikenal dengan istilah after coming head. Risiko ini pun dapat menyebabkan nyawa bayi melayang.

Foto: freepik

Oleh sebab itu, dr. Agus menyarankan agar wanita yang ingin hamil dan mempunyai anak sebaiknya merencanakan kehamilannya, yaitu dengan melakukan persiapan pada diri sendiri. Wanita juga sangat penting mempertimbangkan masa produksinya. Idealnya, wanita memiliki anak di usia 25 hingga 35 tahun, karena jika sudah lewat dari usia 35 tahun resiko yang ditimbulkan akan lebih besar.

Ada baiknya juga calon ibu memeriksakan dahulu kondisi dan kecukupan gizinya. Tidak ada salahnya juga sebelum hamil meminum vitamin dan asam folat. Jika sudah dinyatakan hamil, sebaiknya lakukan kontrol secara teratur. Jalin komunikasi yang baik dengan dokter yang menangani, agar kehamilan berjalan dengan lancar.