Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 memperlihatkan tren dimana kesadaran masyarakat Indonesia untuk pola hidup sehat telah semakin meningkat. Namun demikian, riset yang sama menyatakan bahwa sebanyak 26,1% masyarakat Indonesia masih kurang melakukan aktivitas fisik; sebanyak 93,5% masih tergolong kurang makan sayur dan buah; 53,1% gemar makanan dan minuman manis; sementara 40,7% masih kerap mengonsumsi makanan berlemak.

Menanggapi data tersebut Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK, mengatakan, “Orientasi masyarakat Indonesia dalam mewujudkan hidup sehat umumnya masih terbatas pada kegiatan olah raga dan diet yang kebanyakan tujuan utamanya hanyalah menurunkan berat badan, sementara mereka kurang pengetahuan akan pentingnya gizi seimbang dalam diet sehat yang benar. Padahal asupan nutrisi yang berimbang berperan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah timbulnya penyakit.”

Foto: unsplash

dr. Samuel lebih lanjut menjelaskan bahwa untuk pemenuhan gizi seimbang, seseorang perlu mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan setiap individu – tanpa meninggalkan aktivitas fisiknya.

Kurangnya pemahaman akan pola konsumsi dan gaya hidup yang sehat, serta kesibukan tinggi dengan tingkat stress yang cukup tinggi, yang umumnya dijalani oleh penduduk urban, telah memicu pergeseran pola penyakit katastropik dan penyakit degeneratif seperti ginjal, diabetes, jantung, hipertensi dan sebagainya.

“Konsumsi yang cerdas dan penuh kesadaran akan kesehatan merupakan langkah besar menuju hidup sehat berkualitas. Saya sangat menganjurkan konsumsi makanan dari bahan-bahan alami dan tambahan superfood. Kelompok makanan super ini dapat menjadi makanan pelengkap untuk memenuhi kebutuhan nutrisi maupun zat aktif harian yang baik untuk tubuh dan dapat memberikan berbagai manfaat seperti mencegah penyakit tertentu, mendukung vitalitas dan kesehatan, kecantikan hingga meningkatkan kualitas otak,” tegas dr. Samuel.