Susunan gigi yang tidak rapi akan membuat seseorang kehilangan kepercayaan dirinya. Selain tak sedap dipandang, gigi berantakan akibat patah dan tanggal juga mengganggu proses mengunyah. Dalam mengatasi masalah tersebut, Medika Friends bisa melakukan pemasangan implan gigi, yang akan mengembalikan kesempurnaan senyum kamu.

Dikatakan drg. Bernadi Into, Sp.Pros, yang dimaksud dengan implan gigi adalah menanam benda asing pengganti akar gigi pada jaringan rahang di mulut pasien yang masih memiliki gigi maupun yang sudah kehilangan giginya.

Secara umum, implan gigi terdiri dari dua komponen, yaitu komponen yang tertanam di dalam gusi, dan crown di atasnya yang menyerupai mahkota gigi. Implan gigi bisa digunakan untuk merehabilitasi gigi yang tanggal pada seseorang yang pertumbuhan badan atau tulangnya sudah cukup atau berhenti.

Bentuk implan gigi menyerupai akar gigi dengan berbagai variasi guna membuat pegangannya menjadi lebih kuat. Umumnya sepanjang enam milimeter hingga 16 mm bagian implan tertanam ke dalam gusi, sedangkan bagian lain di atas gusi berfungsi sebagai pegangan untuk mahkota gigi akan dipasang kemudian hari. Hal tersebut dengan pertimbangan implan yang telah menyatu dengan tulang, sehingga dibutuhkan waktu sekitar satu setengah hingga tiga bulan.

Foto: pixabay

Dijelaskan oleh drg. Bernadi, bahwa langkah awal untuk pemasangan implan gigi adalah melakukan foto rontgen untuk mengetahui keadaan tulang. Rontgen dilakukan untuk mengukur ketebalan tulang dari permukaan gusi sampai kedalaman yang dirasa cukup pada tulang rahang, dengan pilihan besar atau diameter implan yang sesuai serta memiliki panjang yang cukup.

Selanjutnya, pada bagian rahang yang akan dipasang implan dilakukan anestesi lokal sehingga pasien akan merasa kebas di bagian tertentu. Kemudian dilakukan pembedahan kecil untuk penanaman implan.

Penggunaan implan gigi cukup aman, sehingga Medika Friends tidak perlu khawatir dengan risiko yang akan muncul. Selama pasien mengikuti instruksi dari dokter yang melakukan pemasangan implan gigi, tidak ada dampak buruk yang ditimbulkan dari pemasangan implan. Pada kondisi tertentu, misalnya ketika implan lepas atau goyang hingga terjadi pembusukan, hal itu bisa saja terjadi karena pasien tidak melakukan kontrol secara rutin atau tidak mengikuti prosedur yang disarankan oleh dokter.

Dalam penggunaan implan gigi pada dasarnya tidak ada batasan umur. Hanya saja lebih diutamakan bagi pasien yang telah kehilangan gigi dan kehilangan fungsi kunyah namun orang tersebut dalam keadaan sehat secara general serta masih aktif dan produktif. Sedangkan jika pasien dalam masa pertumbuhan tulang yang sudah berhenti, tidak menjadi prioritas utama.

Implan gigi dapat bertahan hingga 20 atau 30 tahun, bahkan seumur hidup jika pasien dapat merawatnya dengan baik. “Implan gigi bisa diibaratkan mobil mewah, semakin baik kita merawatnya maka akan semakin lama bertahan,” ujar drg. Bernadi Into.