Apakah Medika Friends termasuk orang yang sering mengonsumsi susu? Nah, tahu nggak apa sebenarnya pengertian susu? Susu, seperti dikatakan ahli gizi sekaligus dosen jurusan gizi, Dr. Marudut, MPS, merupakan hasil sekresi normal dari kelenjar susu mamalia yang diperoleh dengan cara pemerahan, ada bentuk cair, tepung, ada produk pangan, dan lain sebagainya.

Seringkali susu dikaitkan dengan kandungan kalsiumnya yang baik untuk kepadatan tulang bagi orang dewasa. Namun ternyata selain kalsium, susu mengandung komposisi asam lemak yang unik dan kompleks dibandingkan dengan pangan lainnya. Kandungan tersebut diketahui penting dalam membantu  menyehatkan tubuh, termasuk mencegah tubuh dari risiko terpapar penyakit-penyakit tidak menular, misalnya diabetes dan hipertensi.

Foto: pixabay

Dr. Marudut mengatakan bahwa komposisi asam lemak susu yang unik dan kompleks tersebut dikarenakan tiga hal. Pertama tersusun dari lebih 50 jenis asam lemak-asam lemak; Kedua, selain memiliki kandungan karbon rantai genap seperti yang dimiliki pangan pada umumnya, juga memiliki kandungan karbon rantai ganjil yakni asam pentadecanoat (15:0) dan asam heptadecanoat atau asam margarat (17:0) yang merupakan indikator konsumsi susu.

Sedangkan yang ketiga adalah memiliki asam lemak trans yang dihasilkan melalui biohidrogenasi dengan bantuan enzim bakteri yang terdapat di saluran pencernaan, sedangkan asam lemak trans pada pangan olahan lainnya dihasilkan melalui proses hidrogenasi atau penambahan atom hidrogen.

“Keunikan dan kekompleksan asam lemak inilah yang justru memberikan banyak keuntungan bagi tubuh manusia yang mengonsumsi susu,” ujar Dr. Marudut. “Segelas susu rata-rata mengandung tiga hingga empat persen lemak susu,  dan dari jumlah lemak tersebut 90%  terdiri dari asam lemak jenuh, 3.7% asam lemak trans, dan 5.3% asam lemak tak jenuh,” lanjutnya.

Foto: freepik

Dr. Marudut lebih jauh menjelaskan bahwa asam lemak trans yang ada di dalam susu mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap kesehatan manusia dibandingkan asam lemak trans yang ada di produk pangan  lain.

Hasil penelitian yang dipublikasi tahun 2015 dari 50 penelitian bahwa asam lemak trans khususnya asam trans palmitoleat dapat menurunkan insiden diabetes melitus. Selain itu hasil meta analisis dan sistematik review tersebut ditemukan dari 73 penelitian bahwa kematian karena penyakit jantung koroner tidak berkaitan dengan asam lemak jenuh dan asam lemak trans dari susu tetapi berkaitan dengan asam lemak trans dari produk industri hasil hidrogenasi.

“Dan yang lebih mengejutkan adalah hasil metaanalisis dari 22 penelitian yang dipublikasi tahun 2016 menunjukkan bahwa asupan susu yang tepat dapat membantu menstabilkan berat badan pada orang dewasa,” pungkasnya.