Friends, saat hamil dan menyusui, ibu sebaiknya lebih memperhatikan asupan nutrisi. Terutama karena nutrisi yang dikonsumsi mempengaruhi kesehatan dan perkembangan janin serta membantu produksi air susu ibu. Namun tak jarang fase menyusui menjadi terasa lebih berat akibat air susu yang keluar cenderung sedikit. Padahal ASI sangat penting untuk tumbuh kembang bayi sehingga jika tidak keluar dengan lancar kerap membuat ibu stres dan khawatir.

Pada suatu kesempatan, dr. Juwalita Surapsari, M Gizi, SpGK selaku dokter spesialis gizi klinik, memaparkan bahwa asupan nutrisi seorang ibu sangat berpengaruh kepada produksi ASI. Oleh sebab itu diperlukan dukungan untuk para ibu agar menjalani masa menyusui dengan sehat.

“Mama memerlukan energi yang cukup untuk dapat memproduksi ASI dengan lancar dan dengan kualitas yang baik,” terang dr. Juwalita.

Untuk itu, asupan karbohidrat, protein, dan lemak pun harus terpenuhi dengan baik melalui pola makan yang teratur dengan porsi seimbang. Adapun selain mencukupi kebutuhan energi dan zat gizi makro, dr. Juwalita mengatakan bahwa ibu juga perlu memenuhi kebutuhan zat gizi mikro demi tumbuh kembang anak yang optimal.

Foto: Freepik

Di antaranya adalah Asam Folat, Vitamin D, Zat Besi dan Kalsium. Beberapa sumber makanan yang dapat dikonsumsi oleh ibu contohnya adalah sayuran berwarna hijau seperti daun katuk dan bayam yang kaya kalsium, zat besi, dan asam folat. Lalu daging, ikan, telur, dan susu, yang merupakan sumber protein terbaik.

dr. Juwalita Surapsari, M Gizi, SpGK juga menekankan bahwa konsumsi makanan dan minuman yang bergizi seimbang dapat menghasilkan ASI yang berkualitas. Di mana ASI yang berkualitas mengandung cairan biologis yang dinamis dan kompleks, terdiri lebih dari 200 zat aktif termasuk imunoprotektor, enzim, hormon, vitamin, faktor pertumbuhan, dan faktor lainnya. Sehingga mampu memberikan imunitas kepada anak, dan dalam jangka panjang dapat menurunkan risiko obesitas, serta diabetes tipe 1 dan 2.

Selain itu, menyusui juga memiliki manfaat bagi ibu karena dapat menurunkan risiko depresi pasca persalinan, obesitas, diabetes melitus, dan beberapa kanker. Jadi, selama tidak ada kendala untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan, manfaatkan sebaik mungkin ya Friends!