Saat hamil, hampir semua ibu menikmati setiap fase yang dilalui. Umumnya fase kehamilan dibagi menjadi tiga, yaitu trimester pertama, trimester kedua, dan trimester ketiga. Di trimester pertama merupakan suatu tahap awal pembentukan organ, dan pada akhir trimester pertama ini janin sudah bisa merespons rangsangan cahaya dan suara. Kemudian di masa tiga bulan selanjutnya janin sudah mulai melakukan gerakan. Dan pada tahap trimester ketiga janin berada pada proses penyempurnaan, dan gerakannya semakin aktif.

Pada trimester ketiga ini ibu biasanya akan lebih ekstra menjaga kandungannya karena mulai mendekati masa persalinan. Apalagi gerakan bayi semakin aktif dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Gerakan bayi yang terlalu aktif dapat menyebabkan terjadinya kelainan presentasi dan posisi. Dalam istilah medis, dokter menyebut istilah ‘presentasi’ untuk menggambarkan posisi terbawah janin di dalam rahim.

Foto: freepik

Umumnya bagian terbawah adalah kepala bayi, yang merupakan bagian terbesar pada bayi. Dan posisi inilah yang benar karena yang akan keluar adalah bagian kepala dahulu. Jika bagian terbawah adalah bokong, maka disebut presentasi bokong, posisi inilah yang dikenal dengan istilah umum yakni sungsang.

dr. Agus Supriyadi, SpOG mengatakan bahwa sungsang adalah posisi dimana bagian terendah janin bukan kepala melainkan bokong atau kaki. “Sebelum kehamilan memasuki bulan kesembilan, maka sangat normal jika posisi bayi berubah-ubah bahkan berputar, sehingga wajar pula jika janin berada pada posisi melintang atau sungsang,” terangnya.

Posisi bayi yang sungsang sebenarnya dapat dengan mudah dirasakan oleh calon ibu, karena perut akan terasa lebih penuh pada bagian atas, karena posisi kepala yang notabene merupakan bagian paling keras pada bayi berada di atas. Ibu juga akan merasa begah, dan terkadang seperti ada benjolan di bagian atas perut. Untuk memastikan posisi bayi sesuai atau tidak adalah dengan melakukan ultrasonografi (USG).

Foto: pixabay

Bisa jadi, posisi bayi yang sungsang dipengaruhi oleh postur bentuk rahim sang ibu, misalnya rahim yang sempit. Juga karena kondisi tertentu yang menyebabkan kepala bayi tidak turun, yaitu misalnya seperti adanya miom yang menghalangi kepala bayi. Selain itu juga dapat dikarenakan panggul bayi lebih sempit sehingga kepala tidak bisa masuk ke bagian bawah rahim. Atau, ada lilitan tali pusat sehingga kepala bayi tidak bisa turun. Bisa juga diakibatkan placenta previa, yaitu ari-ari bayi yang seharusnya tumbuh di atas menjadi tumbuh di bawah, sehingga bagian terendah bayi (kepala) terhalang oleh plasenta.

Oleh sebab itu, dokter Agus menyarankan agar wanita yang ingin hamil dan mempunyai anak sebaiknya merencanakan kehamilannya, yaitu dengan melakukan persiapan pada diri sendiri. Wanita juga sangat penting mempertimbangkan masa produksinya. Yang ideal, wanita memiliki anak di usia 25 hingga 35 tahun, karena jika sudah lewat dari usia 35 tahun resiko yang ditimbulkan akan lebih besar. Ada baiknya juga calon ibu memeriksakan dahulu kondisi dan kecukupan gizinya. Tidak ada salahnya juga sebelum hamil meminum vitamin dan asam folat. Jika sudah dinyatakan hamil, sebaiknya lakukan kontrol secara teratur. Jalin komunikasi yang baik dengan dokter yang menangani, agar kehamilan berjalan dengan lancar.