Mioma atau miom, dan kista merupakan dua jenis penyakit yang akhir-akhir ini semakin sering terdengar menyerang para wanita. Banyak diantaranya adalah wanita yang dalam usia produktif, yakni 30-40 tahun, dimana hormon esterogen wanita cukup tinggi. Tapi ada juga kasus miom dan kista yang ditemukan pada wanita yang telah memasuki masa menopause.

Pada dasarnya untuk menanggulangi kedua penyakit ini diperlukan penanganan khusus, seperti melalui operasi pengangkatan.

Lantas akan muncul pertanyaan, bagaimana penanganan miom dan kista pada wanita menopause? Sementara dalam beberapa hal, kondisi seseorang yang telah menopause mengalami perubahan.

Mengenai hal ini dr. Dewi Prabarini, SpOG mengatakan, harus ada indikasi kapan miom dan kista perlu diangkat. Namun dari tindakan operasi tersebut ada perhitungan rasio, risiko, dan benefitnya. “Jika harus diangkat, ya di usia berapapun harus diangkat,” terang dr. Dewi.

Wanita yang akan menjalani operasi pengangkatan miom namun sudah memasuki masa menopause, perlu mempertimbangkan faktor psikologis, apakah sudah siap atau belum. dr. Dewi menambahkan bahwa setiap penyakit harus diobati, dan bukan didiamkan saja. Selain itu juga perlu dipahami apakah tindakan alternatif yang perlu dilakukan ketika belum siap menghadapi operasi.

Pada dasarnya pasien tidak perlu takut, karena semua keputusan berada di tangannya. Namun tentu saja sebelum mengambil keputusan harus dikonsultasikan dahulu kepada dokter.

Foto: freepik

Di samping itu, perlu diketahui bahwa miom baru bisa diangkat apabila ukurannya sudah sebesar kepal tangan pasien, atau pasien merasakan keluhan yang mengganggu seperti nyeri, perdarahan, gangguan buang air besar atau kecil, dan sulit hamil.

Sementara itu kista dapat diangkat ketika kista tersebut diketahui ganas dan ukuran diameternya lebih dari 5 cm, serta pasien mengalami keluhan pendarahan, tekanan, dan sulit hamil.

Alasan pengangkatan miom maupun kista tergantung apakah pasien mengalami gangguan atau tidak. Dan apabila didiamkan akan mengganggu kualitas hidup wanita di usia tua, maka mengapa tidak dilakukan pengangkatan, meski pada dasarnya kedua penyakit ini berkembang cepat saat hormone estrogen wanita tinggi, yakni di usia 30 hingga 40 tahun.

Dikatakan dr. Satrio, SpOG usia tidak berpengaruh pada pengangkatan miom atau kista. Tapi yang pasti operasi pengangkatan miom dan kista di usia lanjut memiliki risiko. “Sebenarnya apabila miom dan kista dialami wanita saat memasuki masa menopause tidak akan menjadi masalah yang besar, malah mengurangi terjadinya risiko kanker yang mungkin terjadi bila masih memiliki rahim. Yang penting rutin kontrol dan segera ditangani apabila ada keluhan mengganggu,” jelas dr. Satrio. Lebih lanjut dr. Satrio menyarankan agar memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung serat dan vitamin seperti sayur dan buah.