Setuju nggak Friends, bahwa tidak ada asupan yang lebih baik dibandingkan ASI bagi bayi yang baru lahir?

Nah, pada tahap tumbuh kembang anak, pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama merupakan proses penting dalam memberikan asupan nutrisi. Jika diterapkan dengan baik, terdapat segudang manfaat yang bisa diperoleh bukan hanya bagi bayi namun juga untuk ibu.

Seperti dijabarkan oleh dr. Febriansyah Darus, SpOG, manfaat ASI terutama untuk bayi, yang pertama adalah nutrisinya sesuai. “Jadi dia sangat sesuai, satu yang paling penting adalah protein,” terang dr. Febri. “Protein pada ASI tidak menyebabkan iritasi lambung, jadi bayi tidak terkena diare,” lanjutnya.

Kemudian, ASI mengandung zat protektif, seperti immunoglobin, yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi.

Bukan hanya itu saja, manfaat ASI juga dapat meningkatkan efek psikologis. Seperti pada saat bayi sedang menyusu, ibu dengan lembut membelai bayi sambil menatap matanya. “Itu adalah momen bonding yang sangat hebat antara ibu dan bayi,” ujar dr. Febri.

ASI juga menyebabkan pertumbuhan yang baik, karena komposisinya sesuai. Sehingga jarang sekali ditemukan bayi menyusui yang obesitas. Kebanyakan anak ASI memliki berat badan yang sesuai.

Foto: freepik

dr. Febriansyah juga mengatakan, ASI dapat mengurangi kejadian caries dentist dan maloklusi gigi. Ketika bayi menyusu langsung pada payudara ibu, mulutnya akan terus bergerak, jadi rahang atas dan rahang bawah terus bergerak. Proses inilah yang membuat pertumbuhan rahangnya akan semakin bagus, yang akan mencegah caries dentist dan tidak menghindari gigi tumbuh tidak rata.

Sedangkan untuk ibu, dengan memberikan ASI kepada bayinya akan memberi manfaat yang antara lain adalah untuk aspek kesehatan ibu sendiri. Jika ibu menyusui dengan pola makan yang teratur ternyata bisa menurunkan berat badan pasca persalinan, yaitu sekitar 500 mg per minggu. “Jadi bayangkan kalau dia terus menyusui, mengurus anaknya sendiri, makan teratur, ibu akan cepat sekali turun berat badannya dibandingkan ibu yang tidak menyusui,” jelas dr. Febri.

Hebat kan Friends?

Menariknya lagi, ASI juga bisa menjadi salah satu metode Keluarga Berencana. Tapi hanya berlaku sesuai dengan syarat dan ketentuan berlaku, misalnya selama tiga bulan saja. Selama tiga bulan tersebut, ibunya memberikan ASI eksklusif dengan setiap dua jam disusui. Dan selama tiga bulan itu ibu tidak mengalami haid. “Selama tiga bulan ini dia boleh menggunakan metode keluarga berencana dengan asi. Tapi setelah itu asi harus didampingi dengan metode kontrasepsi yang lain, karena tingkat kegagalannya akan lebih tinggi,” papar dr. Febri.

Jadi, jangan ragu lagi Friends, berikan ASI kepada anak karena itu adalah hak mereka. Dan kita sebagai orangtua, wajib memenuhi hak dan kebutuhan anak terutama sejak masa kehamilan dan 1000 hari pertama pertumbuhan.