Kanker, seperti yang Medika Friends ketahui merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi di dunia. Bahkan berdasarkan data World Health Organization (WHO) jumlah penderita kanker di dunia terus meningkat, begitupun di Indonesia. Di sisi lain, secara global kanker juga masih menjadi beban kesehatan baik dari segi angka kesakitan maupun kematian khususnya di negara berkembang.

Salah satu kanker yang jarang dibicarakan adalah kanker kepala leher, yang ternyata angka penderitanya cukup tinggi yakni tidak kurang dari 550.000 angka kejadian baru dan 300.000 kematian terjadi setiap tahunnya.

dr. Marlinda Adham, SpTHT-KL(K), PhD, mengatakan pada tahun 2012 WHO telah mengatakan bahwa insiden di dunia merupakan kanker kepala, yakni sekitar 10% di 100.000 penduduk, dan kematiannya 7%. Sedangkan di Indonesia 15% dari 100.000 pria tapi kematiannya 13%. Kenapa? Karena kanker kepala leher banyak diketahui pada saat stadium lanjut.

“Masalah yang sering terjadi dalam menangani kanker kepala leher adalah gejala awal yang sulit dikenali, ataupun benjolan seringkali tidak terdeteksi,” ujar dr. Marlinda.

Padahal sebagaimana kanker pada umumnya, kunci utama penanganan kanker kepala leher terletak pada pencegahan dan deteksi dini, sehingga penatalaksanaan pada tahap dini dengan angka keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan pada tahap akhir dapat terwujud dengan baik.

Foto: freepik

Begitu banyak kanker berpeluang muncul pada daerah kepala leher, diantaranya adalah kanker nasofaring, kanker laring, kanker rongga mulut, kanker parotis (kelenjar liur), kanker rongga mata, serta kanker sinonasal.

Yuk, kita bahas secara singkat beberapa diantaranya.

  1. Kanker Tiroid

Tiroid merupakan suatu kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak di leher bagian bawah. Fungsi tiroid sendiri adalah untuk memproduksi hormon yang penting bagi metabolisme tubuh. Sementara itu, kanker tiroid umumnya  terjadi pertumbuhan tidak terkontrol dari sel-sel tiroid yang telah berubah menjadi sel ganas.

Pada tahap awal hampir tidak memiliki gejala tetapi pada beberapa pasien dapat menimbulkan gejala, antara lain sakit tenggorokan, kesulitan dalam menelan, perubahan suara menjadi serak, rasa sakit pada bagian leher, atau sesak napas. Pada beberapa pasien juga dapat disertai pembesaran kelenjar getah bening di bagian leher yang biasanya tidak nyeri.

  1. Kanker Nasofaring

Kanker nasofaring adalah keganasan yang muncul pada daerah nasofaring, yaitu area di atas tenggorok dan di belakang hidung. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko terkena kanker nasofaring adalah konsumsi makanan yang diawetkan, infeksi virus Epstein-Barr, riwayat keluarga, ras (ras mongoloid lebih rentan terkena), serta usia yang terbanyak adalah pada 50-60 tahun.

Gejala yang timbul berupa hidung tersumbat, muncul lendir berdarah, telinga tertutup dan berdenging, nyeri kepala hebat, pandangan ganda, muncul beberapa benjolan pada leher.

  1. Kanker Laring

Kanker laring merupakan keganasan yang muncul pada daerah laring, yakni area yang berada di antara pangkal lidah dan trakea, dimana daerah ini terdapat pita suara. Pada umumnya gejala yang muncul berupa terjadinya perubahan suara, yang menjadi serak. Kemudian nyeri tenggorokan, kesulitan dan terasa nyeri ketika menelan, serta muncul benjolan pada leher.

Sedangkan faktor utama yang meningkatkan risiko kanker laring adalah merokok dan konsumsi alkohol.

  1. Tumor Orbita

Orbita adalah rongga tempat beradanya bola mata. Sedangkan tumor orbita merupakan pertumbuhan yang tidak terkontrol dari sel-sel pada rongga mata. Tumor orbita dapat muncul dari kelenjar air mata, otot, saraf, jaringan pembuluh darah dan kelenjar getah bening, serta jaringan kelopak mata.

Medika Friends perlu mewaspadai ketika ada benjolan di bola mata, gangguan penglihatan atau penglihatan ganda, mata kemerahan, muncul benjolan pada kelopak mata, san nyeri pada sekitar mata, karena itu merupakan gejala tumor orbita.

Secara umum, gejala atau tanda kanker yang harus diwaspadai adalah WASPADA, W, yaitu waktu buang air kecil adakah gangguan atau perubahan kebiasaan. A, alat cerna terganggu atau sukar menelan. S, suara serak atau batuk yang tak kunjung sembuh. P, payudara atau bagian lain memperlihatkan benjolan. A, andeng-andeng atau tahi lalat yang berubah sifat, semakin besar atau terasa gatal. D, darah atau lender yang tidak normal keluar dari tubuh. A, adanya luka yang tak mau sembuh.

Jika Medika Friends merasakan gejala tersebut atau merasa ada yang tidak beres dengan tubuh, maka sebaiknya segera konsultasi atau melakukan pemeriksaan ke dokter.