Perawatan kulit sudah seharusnya dilakukan secara cermat, sehingga hasil yang didapat pun akan maksimal, bukan memperparah atau merusak. Untuk memastikan perawatan dilakukan secara tepat sesuai dengan karakteristik individu, konsultasi dengan dermatovenereologi dokter spesialis kulit dan kelamin sangat diperlukan karena tidak ada satu obat yang cocok untuk semua orang atau semua penyakit.

Selain itu, jika terdapat permasalahan pada kulit, setiap individu dihimbau untuk tidak menangani sendiri dan sebaiknya mencari pertolongan para ahli. Karena ketepatan waktu dan ketepatan ahli pada dasarnya menjadi kunci keberhasilan perawatan kulit.

Pada dasarnya kesehatan kulit berhubungan dengan kualitas hidup seseorang. Apapun pekerjaan dan aktivitas yang dilakukan sehari-hari, setiap orang membutuhkan penampilan yang sehat dan memiliki proses peremajaan kulit yang normal.

Foto: freepik

Secara alami, kulit yang sehat akan mengalami siklus regenerasi yang baik selama sekitar 28 hari. Ada kulit yang mati, lalu tumbuh juga lapisan kulit baru. Jaringan kulit dapat rusak secara alami karena waktunya, namun juga dapat rusak akibat berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Biasanya kulit rusak tersebut akan menimbulkan proses terbentuknya kulit baru yang sehat, disertai pembersihan jaringan yang lama dan rusak.

dr. Adhimukti T. Sampurna, SpKK, mengatakan masalah kesehatan kulit yang paling banyak dialami berdasarkan Data di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSCM 2012 adalah acne vulgaris atau Medika Friends lebih mengenalnya sebagai jerawat, yakni sebanyak 629 kasus, sedangkan kasus dermatitis kontak iritan yang sebagian kasusnya akibat ketidakcocokan menggunakan kosmetik tertentu adalah sebanyak 146 kasus. Sedangkan kasus melasma atau penyakit pigmentasi paling banyak dialami oleh pasien yakni sebanyak 159 kasus.

“Masalah kulit yang timbul sewaktu-waktu tidak bisa dianggap sepele, penanganan yang tepat, dan segera merupakan kunci keberhasilan dalam mengatasi berbagai masalah kulit,” ungkap dr. Adhi.

“Pemilihan metode peremajaan kulit yang individual atau individualized therapy, sangat diperlukan karena pemilihan perawatan dan modalitas/tindakan yang diperlukan harus disesuaikan sesuai jenis kulit, usia, kebutuhan, bahkan aktivitas harian dari individu tersebut. Individualisasi bukanlah hal yang sederhana, perawatan yang bersifat individualized bekerja dengan mempertimbangkan semua aspek yang berpengaruh pada kesehatan kulit seseorang, baik faktor intrinsik maupun ekstrinsik, sehingga dengan tepat dapat menyelesaikan masalah kulit yang dialami,” lanjutnya.

Foto: freepik

Terdapat beberapa faktor risiko terjadinya masalah kesehatan kulit, yakni:

  1. Suhu yang panas dan kelembapan tinggi di iklim tropis meningkatkan aktivitas berkeringat, meningkatkan risiko terjadinya infeksi kulit terutama oleh jamur. Aktivitas kelenjar keringat yang tinggi akan diimbangi oleh aktivitas kelenjar minyak yang tinggi pula. Aktivitas kelenjar minyak yang tinggi akan meningkatkan risiko terbentuknya komedo, dan akhirnya jerawat. Hiperaktivitas kelenjar minyak juga dapat menyebabkan masalah dermatitis seboroik.
  2. Pajanan sinar matahari yang konstan sepanjang tahun meningkatkan risiko terjadinya tumor kulit, baik tumor jinak maupun tumor ganas (kanker). Pajanan sinar matahari konstan dapat pula menyebabkan flek gelap wajah karena penuaan misalnya melasma.
  3. Polusi dari asap kendaraan bermotor, asap pabrik, asap kebakaran hutan meningkatkan radikal bebas, menyebabkan kerusakan jaringan kulit lebih cepat, menyebabkan peradangan kulit (dermatitis).
  4. Pemakaian kosmetik dekoratif, produk dan tindakan perawatan kulit yang tidak tepat dapat berakibat buruk untuk kesehatan kulit, dan malah menyebabkan masalah kesehatan kulit seseorang. Pemakaian kosmetik dekoratif yang terlalu menutup pori-pori kelenjar minyak kulit, dalam jangka panjang dapat berakibat timbulnya jerawat, terutama pada kulit berminyak.

Salah satu jenis modalitas terapi yang banyak dicari dalam pelayanan bidang dermatologi adalah laser. Laser menjadi pilihan terapi karena indikasi terapi yang spesifik, tidak invasif, dan menjanjikan hasil yang cepat. Di tangan yang tepat, hasil yang optimal dapat dicapai. Namun yang perlu diketahui terdapat berbagai jenis laser yang masing-masing memiliki kekhususan dalam terapi. Sehingga setiap individu menjalani pengananan masalah kulit secara terukur dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.