Medika Friends pernah melihat remaja atau anak-anak yang tubuhnya melengkung dan cenderung miring? Jika iya maka patut dicurigai bahwa anak tersebut mengalami skoliosis, atau kelainan bentuk tulang belakang. Pada umumnya skoliosis yang dialami remaja merupakan skoliosis idiopatik.

Skoliosis idiopatik remaja adalah kelainan bentuk tulang belakang yang melengkung ke samping secara tidak normal, dan sering terjadi pada remaja berusia 10-18 tahun. Sebagian besar kasus skoliosis bersifat ringan, namun beberapa remaja mengalami kelainan bentuk tulang yang bertambah parah saat mereka tumbuh.

Lebih lanjut dr. Phedy, SpOT–Spine menjelaskan bahwa skoliosis bukanlah penyakit, melainkan suatu kelainan bentuk tulang punggung. “Pada penderita skoliosis tulangnya tumbuh melengkung, biasanya ke satu sisi. Kebanyakan ditemukan pada remaja, dan yang lebih berisiko adalah remaja perempuan,” terang dr. Phedy.

Foto: freepik

Gejala dari skoliosis meliputi bahu, pinggul, dan pinggang yang tidak rata, serta tulang belikat yang tampak lebih menonjol. Selain itu, tulang belakang juga dapat berputar ke satu sisi.

Sementara itu, jika gejala skoliosis sudah berat maka sangat terlihat secara kasat mata, yaitu kalau berdiri tubuh anak cenderung miring, panggul kiri dan kanan tidak sama tinggi. Kemudian yang paling terlihat jelas adalah ketika anak disuruh membungkuk, di punggung kiri dan kanan biasanya ada perbedaan tinggi yang mencolok. Dan apabila di rontgen bisa lebih kelihatan berapa derajat lengkungan tersebut.

Jika tidak ditangani dengan tepat, skoliosis dapat menyebabkan komplikasi nyeri punggung berkepanjangan, sesak napas, gangguan fungsi paru, dan gangguan jantung. Scoliosis Research Society menganjurkan skrining pada remaja laki-laki berusia 12-13 tahun. Sedangkan bagi remaja perempuan, dianjurkan untuk melakukan skrining dua kali saat berusia 10 dan 12 tahun.

Foto: freepik

“Hal yang paling dikhawatirkan dari skoliosis adalah kelengkungan yang semakin lama semakin memberat. Faktor risiko dari skoliosis yang memberat adalah remaja perempuan, sudut besar skoliosis (lebih dari 45 derajat) saat ditemukan, skoliosis dengan kurva thorakal (ke arah dada), dan usia,” jelas dr. Phedy, SpOT-Spine. “Kalau kemiringan sudah lebih dari 100 derajat, bisa mengganggu fungsi jantung, paru-paru, dan fatalnya bisa menyebabkan kematian,” lanjut dr. Phedy.

Sedangkan untuk pengobatan, dapat dilakukan dengan latihan fisik jika kelengkungan kecil, penggunaan brace (penyangga/ korset khusus skoliosis) jika kelengkungan sedang, dan operasi yang hanya dilakukan pada skoliosis dengan sudut lebih dari 45 derajat. Tujuan dari pengobatan skoliosis adalah untuk menghindari perburukan kelengkungan. Oleh karena itu, diagnosis dini skoliosis sangatlah penting. Bila ditemukan sejak dini, komplikasi dan operasi dapat dicegah.