Tidak banyak yang mengetahui apa itu tiroid dan seberapa penting fungsinya bagi tubuh manusia. Bagaimana dengan Medika Friends, apakah pernah mendengar tentang kelenjar yang satu ini? Tiroid merupakan kelenjar endokrin murni terbesar dalam tubuh manusia yang terletak di leher bagian depan. Kelenjar ini terdiri dari dua bagian, lobus kanan dan lobus kiri. Sedangkan kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid, yaitu tiroksin dan triiodotironin.

Nah, mengenai fungsinya hormon tiroid memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai proses metabolisme dan aktivitas fisiologik pada hampir semua sistem organ tubuh manusia. Jadi jika tubuh kekurangan maupun kelebihan hormon tiroid akan mengganggu berbagai proses metabolisme dan aktivitas fisiologi, serta memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan berbagai jaringan, termasuk sistem saraf dan otak. Kebayang kan bagaimana jika badan kita ini mengalami gangguan tiroid?

Foto: pixabay

Oleh sebab itu Medika Friends sebaiknya mewaspadai gangguan tiroid, seperti hipertiroid dan hipotiroid.

Gangguan tiroid, terutama Hipertiroid, seperti dijelaskan oleh dr. Farid Kurniawan, SpPD, lebih sering terjadi pada wanita dibanding pria. Data RISKESDAS 2013, berdasarkan gejala yang dikeluhkan, didapatkan sekitar 0,4% populasi Indonesia menderita hipertiroid.

Hipertiroidisme berarti aktivitas kelenjar tiroid yang terlalu tinggi, ditandai dengan tingginya kadar hormon tiroksin di dalam darah. Hal ini menyebabkan tingkat metabolisme meningkat dan menimbulkan gejala-gejala antara lain adalah jantung berdebar, tangan gemetar, dan tingginya serum hormon tiroid bebas.

“Gejala pada hipertiroid yaitu jantung berdebar, badan gemetaran, keringat berlebih, tidak tahan suhu panas, sulit tidur, buang air besar bisa tiga sampai empat sehari (bukan diare), berat badan menurun, dan emosi yang kurang stabil,” terang dr. Farid. “Sering ditemui pasien hipertiroid terlihat tidak bisa diam, cenderung bergerak terus seperti orang gelisah,” tambahnya.

Foto: freepik

Sedangkan penyebabnya, dr. Farid mengatakan salah satu penyebab tersering hipertiroid adalah penyakit Graves, yang merupakan penyakit autoimun. Penyebab lainnya adalah toxic goiter atau adenoma toksik, suatu benjolan atau nodul di kelenjar tiroid yang secara otonom memproduksi hormon tiroid berlebihan, terlepas dari sistem regulasi tubuh pasien.

Dalam kesempatan yang sama dr. Farid juga mengungkapkan bahwa hipertiroid yang berat sering disebut krisis tiroid atau badai tiroid/thyroid storm, jika tidak ditatalaksana dengan baik dapat mengancam jiwa pasien.

Sebaliknya, pada kasus hipotiroid didapatkan kadar hormon tiroid dalam darah yang kurang dari normal. Belum ada data penelitian yang dapat menggambarkan persentase penduduk Indonesia dengan hipotiroid. Namun sebagai perbandingan, di Amerika Serikat (AS), berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan sebanyak 4,6% populasi AS mengalami hipotiroid. Tetapi jika berdasarkan gejala hipotiroid yang jelas hanya didapatkan pada 0,4% populasi.

Umumnya gejala yang muncul pada hipotiroid yaitu perasaan lelah berkepanjangan, berat badan cenderung naik, tidak tahan terhadap suhu dingin, kulit kasar dan kering, bengkak di kaki, rambut rontok, sembelit, sulit konsentrasi, serta penurunan libido.

Foto: freepik

Sedangkan penyebab hipotiroid, antara lain adalah penyakit autoimun Hashimoto, obat-obatan tertentu, atau cacat lahir (hipotiroid kongenital).

“Melalui pemeriksaan fisik dan laboratorium kadar hormon tiroid dalam darah, dokter dapat mendeteksi adanya kondisi hipertiroid maupun hipotiroid. Pemeriksaan penunjang seperti ultrasonografi (USG) atau sidik tiroid (thyroid scan) juga dapat dipertimbangkan pada kondisi hiper- atau hipo-tiroid untuk memeriksa struktur internal kelenjar tiroid,” terang dr. Farid.

Jadi Friends, jika menemukan gejala-gejala gangguan tiroid, jangan segan untuk segera lakukan konsultasi kepada dokter. Dokter akan segera menentukan pengobatan atau terapi yang sesuai sehingga pasien mengalami perbaikan gejala, sehingga dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik, dan terhindar dari komplikasi penyakit yang berat.