Tahukah Medika Friends, bahwa kulit merupakan organ terbesar pada tubuh manusia? Luas area kulit sekitar dua meter persegi, dan beratnya mencapai tiga kilogram. Dengan area seluas itu, kulit pun memiliki peran penting yang tak bisa disepelekan. Di antaranya adalah fungsi perlindungan fisik, perlindungan imunologik, ekskresi, pengindera, pengaturan suhu tubuh, pembentukan vitamin D, serta kosmetis.

Fungsi-fungsi tersebut akan lebih maksimal jika didukung dengan kulit yang sehat. Medika Friends juga pasti merasa lebih nyaman dan lebih percaya diri jika memiliki kulit sehat. Untuk mengetahui ciri kulit sehat, dr. Pandu Pradana, SpKK memberi gambaran sedikit. “Ciri-ciri kulit sehat beberapa di antaranya adalah segar dan bercahaya, kenyal, memiliki tekstur lembut, halus, dan lembab, kemudian bebas dari noda,” kata dr. Pandu.

Foto: freepik

Namun, selama menjalankan puasa seperti saat ini biasanya terjadi perubahan asupan nutrisi sehari-hari. Termasuk cairan, yang juga memengaruhi kondisi kulit. Ketika kulit kekurangan cairan, maka secara tidak langsung kulit akan mengalami dehidrasi. Dan disadari atau tidak, selama bulan puasa kulit menjadi lebih kering.

Kulit yang kering juga mengakibatkan fungsi kulit sebagai lapisan pelindung menjadi terganggu. Sel-sel kulit menjadi rapuh sehingga integritas kulit terganggu dan memudahkan bahan iritan atau bahkan bakteri masuk dan menimbulkan keluhan.

Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut, dr. Pandu mengatakan, harus rajin mengonsumsi cairan yang cukup pada waktu berbuka sampai sahur. Tidak jauh berbeda dengan saat tidak berpuasa, cairan yang harus terpenuhi adalah sekitar dua liter, atau delapan gelas sehari. Hal ini dimaksudkan agar kelembapan kulit tetap terjaga.

Foto: pixabay

Dianjurkan untuk menghindari konsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein seperti soda, kopi dan teh karena dapat menyerap mineral dan cairan dalam tubuh sehingga menyebabkan dehidrasi yang akan mengakibatkan kekeringan pada kulit. “Bukan berarti tidak boleh, tapi harus dibatasi,” jelas dr. Pandu.

Selain itu mengonsumsi makanan yang mengandung protein atau omega tiga seperti daging, ikan, sayur dan buah juga membantu kesehatan secara umum dan kesehatan kulit, serta mengatasi dehidrasi.

Dr. Pandu juga menjelaskan, selain dengan memerhatikan asupan nutrisi dan cairan selama bulan puasa, untuk menjaga kelembapan kulit juga dapat dilakukan dengan memerhatikan cara perawatan kulit sehari-hari. Hal yang paling simpel adalah mandi setidaknya dua kali sehari, karena mandi sebenarnya penting untuk membuang kotoran-kotoran di badan.

Foto: freepik

Perlu diperhatikan pula cara mandi yang baik agar kelembapan kulit tetap terjaga. Disarankan untuk mandi dua kali sehari dan durasinya kurang dari 5 menit untuk menjaga kelembapan kulit. Sebab jika terlalu lama mandi atau lama kontak dengan air, dapat menyebabkan kekeringan pada kulit. Selain itu gunakanlah air biasa atau suhu suam kuku untuk mandi, mengingat air yang terlampau panas dapat melarutkan lemak pada kulit sehingga menyebabkan kekeringan juga.

“Gunakan sabun dengan kandungan pelembab dan hindari penggunaan sabun antiseptik. Kemudian, segera setelah mandi disarankan untuk menggunakan pelembab agar kelembaban kulit tetap terjaga,” kata dr. Pandu memberi penjelasan “Penggunaan spray wajah dapat membantu untuk menyegarkan sekaligus mengembalikan kelembapan kulit pada saat berpuasa,“ lanjutnya menutup perbincangan.