Dalam kehidupannya, perempuan pasti mengalami berbagai fase reproduksi. Seperti masa pubertas, menstruasi, masa kehamilan, masa pre menopause, dan masa menopause. Fase-fase tersebut adalah kondisi normal, termasuk menopause yang merupakan proses alamiah dan tidak bisa dihindari.

Menopause, seperti dikatakan WHO adalah masa berhentinya haid yang permanen akibat dari hilangnya aktivitas folikuler ovarium. Dan menopause terjadi sesudah 12 bulan berturut-turut tidak mendapat haid serta tidak ada penyebab patologi atau fisiologi lainnya.

Meskipun tak dapat dihindari kehadirannya, banyak komplikasi dan penyakit yang dapat terjadi pada masa menopause ini. Dikatakan dr. Ni Komang Yeni DS, SpOG, menopause merupakan suatu tahapan fisiologis (normal) dari setiap wanita. Secara normal, masa transisi yang terjadi dimulai sejak rentang usia 35–55 tahun. Pada periode ini, ovarium mulai berkurang dalam memproduksi hormon estrogen dan progesteron, yang biasa berperan pada siklus haid. Selain itu, di periode ini fertilitas atau kesuburan seorang wanita mulai berkurang, walaupun masih sangat memungkinkan untuk terjadinya suatu kehamilan.

Foto: freepik

Menopause terjadi dalam tiga tahapan yaitu :

  1. Perimenopause

Pada tahap ini level estrogen dan progesteron mulai menurun. Biasanya akan dimulai pada usia 40-an, kisarannya antara tiga hingga lima tahun sebelum tahap menopause. Di tahap perimenopause seorang wanita mulai mengalami haid yang tidak teratur, dan mengalami beberapa gejala seperti semburan panas di wajah dan dada, gangguan tidur sampai tahap insomnia, berkeringat di malam hari, perubahan mood, sensitif, depresi, cemas, vagina yang mulai kering atau rasa tidak nyaman saat berhubungan, serta adanya gangguan buang air kecil.

  1. Menopause

Seorang wanita dapat dikatakan memasuki tahap menopause apabila sudah 12 bulan berturut-turut tidak mengalami haid tanpa adanya pemicu seperti penyakit tertentu, pengobatan tertentu, kehamilan atau masa menyusui. Rata-rata wanita memasuki tahap menopause di usia 50-52 tahun. Transisi dari tahap perimenopause ke tahap menopause biasanya berlangsung antara satu sampai tiga tahun.

  1. Post Menopause

Tahapan terakhir adalah Post Menopause, yang dimulai setelah 1 tahun penuh sejak masa haid terakhir. Keluhan-keluhan sejak tahap perimenopause biasanya masih terus dirasakan, walau mungkin tidak semua wanita merasakan gejala-gejala tersebut.

Sedangkan jenis menopause dapat dibagi berdasarkan waktu terjadinya, yaitu menopause alami dan menopause dini. Menopause alami terjadi seiring dengan bertambahnya usia, dimana ovarium akan mengalami penurunan fungsi akibatnya terjadi penurunan produksi hormon erstrogen dan progesteron.

Sedangkan menopause dini dapat terjadi karena buatan, akibat operasi seperti pengangkatan ovarium, atau akibat obat-obatan seperti pada terapi radiasi maupun kemoterapi, serta karena kegagalan ovarium prematur pada usia 40, 30, bahkan usia 20 tahun. Seperti dijelaskan oleh dr. Yeni, jika seorang wanita mengalami masa berhentinya haid sebelum memasuki usia menopause yang sesungguhnya, maka keadaan tersebut bisa dikatakan menopause dini.

Foto: freepik

Dikatakan juga oleh dr. Yeni, dalam menghadapi menopause sebaiknya dilakukan persiapan sedini mungkin. ”Kita, perempuan, ingin menua dengan cantik, elegan. Jadi persiapan sebaik mungkin dilakukan dari sekarang,” terang dr. Yeni.

Oleh sebab itu dr. Yeni mengatakan bahwa gaya hidup sehat, olahraga, dan asupan nutrisi yang baik dapat membantu meringankan keluhan saat memasuki masa menopause. Namun jika keluhan sulit diterima maka dapat dilakukan terapi, seperti terapi menggunakan hormone pengganti.

Alangkah lebih baik ketika Medika Friends mulai merasakan gejala dan keluhan ketika memasuki masa menopause, segera konsultasi kepada dokter. Jadi Anda tetap bisa menghadapi menopause tanpa kekhawatiran, dan penuh dengan senyuman.