Seperti Medika Friends ketahui, susu merupakan salah satu sumber gizi yang memiliki banyak manfaat. Bahkan sejak manusia lahir, susu menjadi asupan makanan yang dikonsumsi. Tapi bukan hanya saat bayi saja, sebenarnya pada tiap-tiap tahapan kehidupan manusia mempunyai kebutuhan gizi yang unik, dan dapat membantu perkembangan di setiap tahapan tersebut.

Seperti dikatakan dr. Marudut, MPS, bahwa kebutuhan gizi masing-masing individu berbeda di setiap tahap perkembangannya. “Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 Tahun 2013 menginformasikan kebutuhan gizi seseorang berdasarkan tahapan usia dan jenis kelamin. Pemenuhan gizi di setiap tahap tersebut sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan manusia,” ujar dr. Marudut.

Pemenuhan protein penting untuk pertumbuhan dan perkembangan seseorang, namun hal lain yang lebih penting lagi adalah untuk memelihara sistem imun tubuh secara keseluruhan. “Dengan sistem imun yang baik, seseorang dapat tumbuh dan berkembang di setiap tahapan dengan optimal,” lanjut dr. Marudut.

Susu merupakan pangan yang kaya zat gizi sehingga dibutuhkan untuk melengkapi zat gizi yang telah diperoleh dari makanan lain. Berbagai zat gizi yang terkandung dalam segelas susu mampu memberi manfaat bagi manusia di setiap tahap kehidupannya.

Foto: freepik

Pada periode 1000 hari pertama kehidupan merupakan tahap tumbuh-kembang yang sangat penting dalam menentukan sumber daya manusia di masa yang akan datang. Dalam periode ini terjadi pembentukan jaringan otak. Jaringan otak terdiri dari 50%-60% lemak, dan bagian terbesar lainnya merupakan protein, berbagai vitamin serta mineral dalam jumlah yang lebih sedikit.

Berat otak manusia pada tahun pertama kehidupan adalah 70% dari berat otak orang dewasa. Pada periode ini diperlukan zat-zat gizi yang cukup untuk membentuk jaringan otak yang sempurna. Selain itu, protein yang berkualitas baik diperlukan untuk membentuk protein otak. Nah, susu dapat membantu memasok kebutuhan protein dan lemak yang dibutuhkan tubuh sehingga kebutuhan zat gizi untuk otak akan terpenuhi.

Pada masa kanak-kanak, susu dapat memasok energi untuk aktivitas sehari-hari. Sementara protein dan kalsium berguna untuk pertumbuhan yang optimal. Sedangkan pada masa remaja, susu dapat membantu memenuhi kebutuhan protein dan kalsium untuk perkembangan jaringan tubuh. Seperti, asupan protein dan kalsium yang cukup dapat mendukung perkembangan sistem reproduksi yang baik dan meningkatkan mineral kalsium pada tulang. Jika mengonsumsi susu secara rutin di masa ini, juga dapat berperan sebagai investasi kalsium untuk jaringan tulang yang sehat pada usia lanjut. Selain juga dapat mencegah osteoporosis.

Foto: pixabay

Lain halnya pada tahap dewasa, di pesiode ini susu dapat membantu menyediakan zat gizi yang berkualitas baik, yang diperlukan untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan. “Bila seseorang memiliki kesehatan yang baik, risiko untuk terkena penyakit degeneratif juga menurun,” ungkap dr. Marudut.

Selain itu susu juga dapat menjadi alternatif pemenuhan gizi bagi kaum lansia. Dimana terdapat sebagian kaum lansia yang sudah sulit mengunyah makanan. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan gizi dan menjaga kesehatan mereka, susu dapat menjadi salah satu pilihan pangan bergizi bagi lansia tersebut.

Jadi bukan hanya bayi dan anak-anak saja yang perlu minum susu, orangtua bahkan lansia juga sebaiknya mengonsumsi susu maupun olahannya. Tidak lain untuk menjaga kesehatan tulang sepanjang tahap kehidupan.