Medika Friends pasti pernah mendengar seseorang yang harus dirawat di rumah sakit karena kadar Hemoglobin (Hb) rendah. Meskipun tidak semua orang mengetahui dengan pasti apa itu Hb, namun akan lebih baik jika masyarakat lebih peduli terhadap kadar Hb dalam tubuhnya agar terhindar dari gangguan kesehatan. Seperti yang akan kita bahas berikut ini.

Hemoglobin, atau lebih akrab dengan singkatan Hb merupakan protein yang mengandung zat besi (metalo protein) di dalam sel darah merah. Fungsi Hb sendiri, seperti dikatakan Departemen Kesehatan RI, adalah mengatur pertukaran oksigen dengan karbondioksida dalam jaringan-jaringan tubuh, mengambil oksigen dari paru-paru kemudian dibawa ke seluruh jaringan tubuh untuk digunakan sebagai bahan bakar. Serta membawa karbondioksida dari jaringan tubuh sebagai hasil metabolisme ke paru-paru untuk dibuang, untuk mengetahui apakah seseorang kekurangan darah atau tidak.

Foto: pixabay

Pada dasarnya batas normal Hb seseorang sukar ditentukan karena kadar tersebut berbeda pada tiap suku bangsa. Namun World Health Organization (WHO) telah menetapkan batas kadar Hb normal berdasarkan umur dan jenis kelamin, seperti anak usia 6 bulan sampai 6 tahun batas nilai Hemoglobinnya 11 gr/dl, anak usia 6 tahun hingga 14 tahun 12 gr/dl, pria dewasa 13 gr/dl, ibu hamil 11 gr/dl, dan wanita dewasa 12 gr/dl.

Coba bayangkan jika kadar Hb di dalam tubuh tidak normal, misalnya melebihi nilai normal Hb dalam tubuh yang disebut polinemis. Atau lebih rendah dari ukuran normal, yang menandakan bahwa kadar oksigen dalam darah juga cukup rendah. Dampaknya adalah terjadi gangguan kesehatan seperti anemia dan sesak napas. Dampak lain yang akan timbul yaitu jantung akan bekerja keras mengatasi kekurangan oksigen dalam darah, sehingga menimbulkan rasa nyeri di dada serta jantung berdebar-debar.

Dikatakan Dr. dr. Ali Sungkar, SpOG(K), kebutuhan besi pada ibu hamil akan meningkat, maka terjadi pengenceran darah. “Oleh sebab itu screening anemia dan defisiensi besi menjadi penting untuk dilakukan pada ibu hamil,” terang dr. Ali. “Yang penting dan harus diperhatikan oleh ibu hamil yang mengalami anemia adalah memerhatikan asupan gizi, terutama sebelum masa kehamilan, dan menyampaikan keluhan saat hamil,” lanjutnya.

Sementara untuk mengatasi Hb rendah dalam darah diperlukan cara-cara seperti berikut ini:

  1. Banyak mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B12, asam folat, vitamin C, zat besi seperti bayam, tomat, brokoli, kacang-kacangan, asparagus, jagung, jeruk, anggur, pisang, jambu biji, pepaya, mangga, dsb.
  2. Hindari mengonsumsi makanan yang dapat memengaruhi penyerapan zat besi dalam tubuh, yaitu makanan kaya serat dan kalsium seperti susu, coklat, minuman yang mengandung bahaya kafein, dsb.
  3. Menghindari konsumsi obat-obatan yang mengandung antasida maupun fosfat.
  4. Beristirahat yang cukup.
  5. Melakukan olah raga ringan secara teratur

Jadi mulai sekarang jangan acuhkan Hemoglobin dalam darah. Lakukan tindakan pencegahan, dan rutin melakukan medical check-up untuk mengetahui kadar Hb-mu.