Berdasarkan data WHO, kebutuhan darah suatu negara adalah 2% dari total populasi jumlah penduduk. Sementara di Indonesia, seperti dikatakan dr. Ria Safitri, M. Biomed, terdapat sekitar 240 juta penduduk yang berarti membutuhkan paling tidak 4,8 juta kantong darah, termasuk komponen darah. Sebagian besar darah tersebut digunakan untuk terapi kasus penyakit keganasan, anemia, perdarahan kecelakaan dan melahirkan, luka bakar, dan sebagainya.

Namun begitu, Medika Friends harus tahu bahwa untuk melakukan donor darah diperlukan serangkaian tes untuk memastikan tidak akan ada yang mengalami masalah di kemudian hari, baik penerima maupun pendonor.

Foto: pixabay

“Setiap pendonor yang akan menyumbangkan darah wajib menjalani serangkaian pemeriksaan termasuk diperiksa kadar Hemoglobin darah. Hal ini penting untuk menjaga keselamatan pendonor darah,” ujar dr. Ria. “Sehingga jangan sampai pendonor tersebut menjadi sakit atau kekurangan darah setelah menyumbangkan darahnya pada Unit Transfusi Darah PMI,” lanjutnya.

Sementara itu, menurut PMI, untuk menjadi calon donor, seorang calon harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Antara usia 17-60 tahun (pada usia 17 tahun diizinkan untuk menjadi donor apabila mendapat izin tertulis dari orang tua. Sampai usia 60 tahun, donor masih dapat mendonorkan darahnya dengan jarak penyumbangan 3 bulan atas pertimbangan dokter).
  2. Berat badan minimun 45 kg.
  3. Temperatur tubuh 36,6 – 37,5 °C (oral).
  4. Tekanan darah baik, yaitu sistole antara 110 – 160 mm Hg dan diastole antara 70 – 100 mm Hg.
  5. Denyut nadi teratur 50 – 100 kali/menit.
  6. Kadar hemoglobin bagi wanita minimal 12,0gr%, dan pada pria minimal 12,5gr%.
  7. Jumlah untuk mendonorkan darah dalam setahun paling banyak 4 kali dengan jarak sekurang-kurangnya 3 bulan. Keadaan ini harus sesuai dengan keadaan umum donor.
Foto: freepik

Sedangkan beberapa keadaan dimana seseorang tidak boleh menjadi donor, diantaranya adalah:

  1. Pernah menderita hepatitis.
  2. Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksinasi atau profilaksis terhadap: polio, influenza, cholera, dan tetanus dipteria.
  3. Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi
  4. Dalam jangka waktu 1 minggu sesudah gejala alergi menghilang.
  5. Dalam jangka waktu 2 minggu sesudah vaksinasi virus hidup parotis epidemica, measles, tetanus toxin.
  6. Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah kontak erat dengan penderita hepatitis, sesudah transfusi, sesudah tattoo/tindik telinga dan sesudah operasi kecil.
  7. Dalam jangka waktu 12 bulan sesudah operasi besar.
  8. Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah injeksi terakhir imunisasi rabies terapeutik dan sesudah transplantasi kulit.
  9. Sedang hamil dan dalam jangka waktu 6 bulan sesudah persalinan atau sedang menyusui.
  10. Ketergantungan obat atau alkoholisme akut dan kronik.
  11. Menderita sifilis, tuberkolosa secara klinis, epilepsi dan sering kejang, dan penyakit kulit pada vena (pembuluh darah balik) yang akan ditusuk.
  12. Mempunyai kecenderungan perdarahan atau penyakit darah, misalnya defisiensi G6PD, thalasemia, polibetemiavera.
  13. Seseorang yang termasuk kelompok masyarakat yang mempunyai risiko tinggi terkena HIV/AIDS (homoseks, morfinis, berganti-ganti pasangan seks, pemakai jarum suntik tidak steril).
  14. Pengidap HIV/AIDS menurut hasil pemeriksaan pada saat donor darah.

Jika Medika Friends merasa kondisi tubuhnya sesuai dengan ketentuan di atas, yuk donorkan darahnya, karena ini merupakan perbuatan mulia. Dan setiap kali mendonorkan darah, dapat membantu satu hingga tiga pasien.