Sebagian besar masyarakat Indonesia telah terbiasa dengan nasi sebagai makanan pokok. Sehingga tak heran jika sering muncul anggapan, ‘belum kenyang kalau belum makan nasi’. Tapi, Medika Friends tahu nggak kalau nasi bukanlah satu-satunya sumber karbohidrat baik yang dapat dikonsumsi? Karena masih ada roti, kentang, jagung, dan umbi-umbian lain yang dapat dijadikan pengganti nasi.

Kali ini bahas sedikit tentang kentang yuk

Sama seperti nasi, dikatakan oleh Wahyu Pravita Ulfa, S.Gz, M.KM, kentang juga termasuk dalam jenis karbohidrat kompleks, yaitu karbohidrat yang bersifat lama dicerna sehingga lebih mengenyangkan dan tidak cepat merasa lapar kembali.

Foto: freepik

Selain itu kentang juga bisa dikategorikan sebagai super food yang memiliki banyak manfaat jika dikonsumsi secara rutin dengan takaran yang sesuai. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh antara lain adalah:

  1. Mencegah kanker
  2. Mengurangi kadar kolesterol
  3. Mengurangi risiko batu ginjal
  4. Menjaga kesehatan tulang
  5. Menurunkan tekanan darah tinggi
  6. Kesehatan jantung
  7. Membangun dan pembentukan sel
  8. Kesehatan otak dan saraf

Dalam satu buah kentang berukuran sedang mengandung sekitar 164 kalori, 37 gram karbohidrat, 4,3 gram protein, 0,2 gram lemak, serta 4,7 gram serat pangan. Dan kentang berukuran sedang juga mampu memenuhi 2% kebutuhan kalsium per hari, 51% vitamin C, 9% zat besi, 30% vitamin B6, 12% magnesium, dan 25% kebutuhan kalium.

Sedangkan untuk mengganti nasi dengan kentang, berarti perlu meyetarakan jumlah yang sesuai. Dalam satu mangkuk nasi putih akan memberikan tubuh sekitar 200 kalori, yang mana setara dengan empat buah kentang rebus sebesar telur ayam.

Foto: freepik

Meskipun begitu, bukan berarti kentang lebih baik dibandingkan nasi, karena nasi putih diperkaya beberapa vitamin B kompleks yaitu thiamine niacin, asam folat, dan zat besi. Sementara kentang secara alami mengandung vitamin C dan kalium, serta menyediakan serat di dalam kulitnya. Sehingga disarankan untuk tidak mengupas kulitnya saat mengolah kentang, karena nutrisi kentang terutama terkandung dalam kulit.

Lebih lanjut, Pravita mengatakan, sama seperti sumber karbohidrat lainnya kentang juga mengandung kalori cukup tinggi. Sehingga jika dikonsmsi terlalu banyak maka dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes tipe 2. Oleh sebab itu disarankan untuk membatasi konsumsi kentang dan mengimbanginya dengan mengonsumsi biji-bijian yang bisa menurunkan risiko tersebut.

Di samping itu perlu juga memerhatikan cara pengolahan kentang yang baik. Sebagai contoh, Pravita memberi masukan menu olahan kentang di rumah.

Foto: freepik

Kentang Keju Brokoli

Bahan:

500 g kentang, kupas, iris tipis

1 sdm margarin

50 g bawang bombay, cincang

1 sdm tepung terigu

250 ml susu segar

100 g brokoli, lepaskan kuntumnya, potong kecil

½ sdt merica bubuk

1 sdt garam

2 sdm keju cheddar parut

Taburan:

2 lembar daging asap, potongan kecil

2 sdm keju cheddar parut

Pelengkap:

Sosis sapi

Selada sayur

 

Cara Membuat:

Rebus kentang hingga empuk kemudian tiriskan.

Tumis bawang bombay hingga layu dan wangi.

Taburi tepung terigu, aduk hingga rata.

Tuang susu segar, aduk hingga mengental.

Selanjutnya masukkan kentang, brokoli, merica bubuk, garam, dan keju, aduk hingga mendidih.

Angkat dan tuang ke dalam mangkuk aluminium.

Taburkan potongan daging asap dan keju parut.

Panggang dalam oven panas 180 derajat C selama 30 menit.

Terakhir, angkat dan sajikan selagi hangat.