Pernah mendengar tentang kanker kolorektal? Kanker yang dapat diderita oleh pria dan wanita ini merupakan kanker yang menduduki peringkat ketiga dunia dan peringkat ketiga di Indonesia. Jumlah penderitanya terus meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup dan lingkungan. Bedasarkan data Globocan 2012, insiden kanker kolorektal di Indonesia adalah 12,8 per 100.000 penduduk usia dewasa, dengan tingkat kematian  9,5% dari seluruh kasus kanker.

Prof. Dr. dr. Aru Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP menjelaskan bahwa kanker kolorektal adalah kanker yang tumbuh pada usus besar atau rektum. Kanker kolorektal pada stadium awal hadir dalam gejala yang wajar dijumpai sehingga jarang terdeteksi secara dini.

Foto: pixabay

“Sekitar 25% pasien kanker kolorektal terdiagnosa pada stadium lanjut dimana kanker telah menyebar ke organ lain. Pada kondisi ini, pengobatan menjadi lebih sulit, lebih mahal, dan tingkat keberhasilan juga menurun,” kata Prof. Aru.

Pada umumnya kanker kolorektal dimulai dari munculnya polip di usus besar, yang membutuhkan waktu antara 10 -15 tahun untuk menjadi kanker.  Prof. Aru menambahkan, jika kanker ditemukan sedini mungkin maka dapat disembuhkan bahkan secara total.

Untuk itu Prof. Aru menekankan betapa pentingnya deteksi dini kanker kolorektal. Dikatakan ada beberapa gejala awal kanker kolorektal yang harus diwaspadai, yaitu:

  1. Berat badan turun secara tidak wajar.
  2. Tubuh mudah lelah.
  3. Ada rasa nyeri dan benjolan di bagian tubuh tertentu yang tidak kunjung hilang.
  4. Terjadi perdarahan pada waktu yang tidak wajar.
  5. Perubahan pola buang air besar.

Sangat penting mewaspadai tanda dan gejala awal, mengingat kanker kolorektal erat kaitannya dengan kerentanan genetik dan lingkungan. Gaya hidup sangat memengaruhi penyebaran kanker kolorektal, bahkan sebagian besar bersifat sporadic dan hanya sebagian kecil yang bersifat herediter. Hal ini dapat dicegah dengan melakukan deteksi atau skrining sehingga bisa terdiagnosa lebih cepat dan mendapatkan pengobatan dengan hasil baik.

Selain itu hal penting lain yang tidak boleh diabaikan adalah menghindari faktor risiko dan melakukan perilaku hidup sehat seperti olahraga, tidak merokok, diet seimbang, cukup istirahat dan mengelola stress, sehingga menurunkan risiko kanker kolorektal dan kanker lainnya.