Medika Friends pasti menyadari bahwa ginjal memiliki peran penting bagi tubuh manusia. Organ vital yang bentuknya seperti kacang ini berfungsi antara lain untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme, menyeimbangkan cairan tubuh, memproduksi sel darah merah, mengatur tekanan darah dan menyaring 120-150 liter darah per hari, serta mengaktifkan vitamin D untuk kesehatan tulang.

Ketika fungsi ginjal mengalami penurunan bisa saja menimbulkan penyakit ginjal, yaitu kelainan yang mengenai organ ginjal yang timbul akibat berbagai faktor, seperti infeksi, tumor, kelainan bawaan, penyakit metabolik atau degeneratif, dan sebagainya. Sementara ditambahkan dr. Dharmeizar, SpPD-KGH, Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia, faktor risiko penyakit ginjal kronis di antaranya adalah hipertensi, diabetes melitus, dan radang ginjal kronis.

Foto: freepik

Bertepatan dengan Hari Ginjal Sedunia yang diperingati pada hari Kamis minggu kedua di bulan Maret, Kementerian Kesehatan RI mengajak masyarakat lebih peduli dengan kesehatan ginjal. Berikut ini fakta mengenai penyakit ginjal kronis seperti dilansir dari Kementerian Kesehatan :

  1. 10% dari populasi global menderita Penyakit Ginjal Kronis.
  2. Pada tahun 2010 sebanyak 2,6 juta penderita PGK sudah dalam tahap stadium akhir dan menjalani Hemodialisis (cuci darah). Jumlah ini diprediksi akan meningkat pada tahun 2030 menjadi 5,4 juta.
  3. Orang dengan obesitas lebih berisiko 83% menderita PGK dibandingkan orang dengan berat badan normal.
  4. 10% penduduk di dunia mengalami PGK dan jutaan orang meninggal setiap tahun karena tidak mempunyai akses untuk pengobatan.
  5. 2 dari 100 penduduk atau 499.800 penduduk Indonesa menderita gagal ginjal dan 6 dari 100 penduduk atau 1.499.400 penduduk Indonesia mengalami batu ginjal.
  6. Di Indonesia prevalensi gagal ginjal pada laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan, yaitu 0,3 laki-laki dan 0,2 perempuan.
  7. Berdasarkan karakteristik umur, prevalensi tertinggi pada kategori usia di atas 75 tahun (0,6%), dimana mulai terjadi peningkatan pada usia 35 tahun ke atas.
  8. Penelitian di Yogyakarta tahun 2008 menunjukkan risiko PGK sebesar 6,6 kali lebih tinggi pada orang yang mengonsumsi minuman suplemen energi.

Tidak cukup sampai di sana, fakta lain mengatakan bahwa Penyakit Ginjal Kronis tidak dapat disembuhkan, namun dapat mempertahankan agar tetap berfungsi seoptimal mungkin, yaitu melalui langkah-langkah seperti melakukan terapi dengan obat-obatan, dialysis (cuci darah), transplantasi (cangkok) ginjal, dan modifikasi gaya hidup.

Pada dasarnya pemeriksaan fungsi ginjal penting dilakukan untuk mengidentifikasi adanya penyakit ginjal sedini mungkin, sehingga dapat diberikan penatalaksanaan yang efektif. Untuk mengetahui penurunan fungsi ginjal sejak dini maka yang dapat dilakukan adalah dengan pemeriksaan darah dan urin.