Medika Friends, tahukah Anda stroke berasal dari kata strike yang berarti pukulan tiba-tiba? Kata ini digunakan karena sebagian besar kasus stroke menyerang penderitanya secara tiba-tiba dan tanpa disadari. “Serangan tersebut terjadi di bagian otak yang berakibat pada kelumpuhan bahkan kematian. Gejala stroke biasanya berupa kelumpuhan separuh atau seluruh tubuh, kesulitan menelan, kebutaan tiba-tiba, juga gangguan lainnya tergantung bagian otak mana yang rusak,”ujar dr. Widya Sarkawi, SpS.

Foto: pixabay

Dr. Widya juga menjelaskan bahwa serangan stroke sangat eksponensial, yang berarti frekuensi kejadiannya semakin tinggi pada kelompok usia yang lebih tua. “Semakin tua seseorang, angka kemungkinan stroke-nya semakin besar,” lanjutnya.

Namun dengan berubahnya gaya hidup masyarakat, saat ini stroke juga bisa menyerang masyarakat yang masih berusia muda. Hal ini biasanya disebabkan oleh kelainan pada pembuluh darah yang biasa dikenal dengan istilah aneurisma.

Aneurisma adalah suatu keadaan dimana ada daerah yang lemah dan menonjol pada pembuluh darah. Penonjolan ini hanya terjadi di bagian dalam dinding pembuluh darah itu menjadi setipis balon. Inilah keadaan yang membahayakan, karena sewaktu-waktu aneurisma dapat pecah. Aneurisma dapat terjadi di pembuluh darah manapun di seluruh tubuh, termasuk pembuluh darah otak.

“Sebagai contoh, bila kita terluka atau terbentur, maka bagian tersebut dan bagian sekitarnya akan meradang. Itu mekanisme tubuh yang normal,” ungkap dr. Widya.

Dr. Widya menambahkan bahwa penyebab serangan stroke dibagi menjadi dua jenis, yaitu stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah, dan stroke yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah.

Foto: pixabay

Pada stroke yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah juga dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu penyempitan karena tersumbatnya aliran darah oleh kolesterol yang mengendap di dinding pembuluh darah, dan penyempitan karena berkurangnya elastisitas pembuluh darah.

Pada jenis penyempitan akibat berkurangnya elastisitas pembuluh darah umumnya terjadi karena faktor usia. “Pada usia tua pembuluh darahnya masih kaku, sehingga aliran darah mudah tersumbat dan jika dibiarkan dapat pecah. Stroke biasanya tidak terjadi sendirian, artinya ada penyakit pendahhulu yang mendasarinya, yang paling sering adalah hipertensi. Menurut data statistik, delapan dari sepuluh penderita stroke memiliki riwayat hipertensi, sama seperti pembuluh darah lainnya, pembuluh darah otak juga bisa tersumbat,” terang dr. Widya.