Saat memasuki periode lanjut usia, kebanyakan orang justru enggan melakukan perawatan kulit. Padahal pada masa ini biasanya seseorang akan mengalami berbagai permasalahan kulit yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Proses penuaan kulit tidak bisa dihindari, terutama masalah keriput, flek hitam, freckless dan lain sebagainya.

Dikatakan dr. Arini Astasari Widodo, SpKK, lansia atau lanjut usia menurut WHO dan Kemenkes Indonesia adalah seseorang yang telah berumur 60 tahun atau lebih. “Umur yang bertambah tentunya membawa perubahan pada kulit. Hal ini disebabkan oleh proses penuaan. Akibat proses penuaan, akan terjadi sejumlah perubahan pada organ-organ kita, termasuk organ terluas pada tubuh kita yaitu kulit,” terangnya.

Pada usia lanjut, epidermal turnover atau pembaharuan lapisan kulit akan berkurang hingga 30-50% sehingga membuat kulit lansia tipis dan tampak kusam karena pengelupasan kulit mati yang tidak sempurna. Selain itu berkurangnya kolagen dan elastin juga mengakibatkan kulit tampak keriput dan kendur. Jumlah sel fibroblast pada kulit lansia pun mengalami pengurangan sehingga kulit tampak rapuh dan lebih mudah terluka/memar.

Pembuluh darah pada kulit lansia berkurang dan jarak pembuluh darah dari permukaan kulit semakin jauh sehingga membuat kulit lansia tampak pucat. Sel Melanosit atau sel yang membentuk pigmen, berkurang 8-20% setiap dekade. Pigmentasi atau bercak-bercak hitam, coklat, atau putih pada kulit menjadi tidak merata.

Foto: pixabay

“Lemak pada kulit, antara lain seramid, trigliserida, sterol ester yang menurun pada lansia dan menyebabkan kulit lansia kering, serta ditemuinya tumor jinak keratosis seboroik,” ujar dr. Arini.

dr. Arini juga menjelaskna, terapi untuk permasalahan kulit pada lansia bergantung pada masalah kulit yang memberatkan setiap individunya. Misalnya, ada lansia yang lebih mempermasalahkan kulitnya yang kering, dan ada juga yang lebih mempermasalahkan flek wajah.

Lansia juga umumnya memiliki lebih banyak penyakit penyerta. Sehingga pada lansia konsultasi sangatlah penting. “Pasien lansia dapat menyampaikan keluhan utamanya pada dokter spesialis dan dapat dirundingkan bersama mengenai pilihan terapi yang paling nyaman untuk pasien,” tambahnya.

Menurut dr. Arini, terapi yang dapat dilakukan pada lansia antara lain adalah chemical peeling yang dapat membantu menyamarkan flek-flek wajah. Kemudian terapi laser NdYag dan RevLite® yang bisa menjadi solusi untuk berbagai masalah flek kulit. Atau pilihan lainnya adalah laser CO2, dapat digunakan untuk memperbaiki struktur kulit yang tidak rata, seperti bekas luka dan keriput, juga terapi radio frequency atau RF untuk kulit yang kendur.