Munculnya berbagai permasalahan pada kulit seringkali dipengaruhi oleh faktor genetik dan usia. Untuk mengatasinya, diperlukan perawatan yang sesuai sejak dini, terutama saat masa remaja. Sebab pada masa ini kulit sedang mengalami reaksi dan penyesuaian yang dipicu oleh lonjakan hormon pada tubuh.

Mengenai permasalahan kulit yang dialami remaja, dr. Martinus, SpKK menjelaskan bahwa masa remaja merupakan usia dimana seseorang memasuki masa pubertas. Pada masa ini individu mengalami berbagai perubahan, salah satunya adalah perubahan fisik akibat berbagai masalah kulit.

“Permasalahan kulit tersebut meliputi jerawat, kulit berminyak, dan hiperpigmentasi pasca inflamasi akne (HPI), yaitu perubahan warna kulit menjadi lebih gelap, yang terjadi setelah peradangan kulit akibat jerawat,” terang dr. Martinus.

Disamping itu para remaja sering mengeluhkan adanya scar acne, yaitu kerusakan permanen pada jaringan kulit akibat gangguan pada proses penyembuhan luka jerawat, body odor (bau badan) dan keringat berlebih berupa peningkatan produksi kelenjar keringat yang menyebabkan bau badan khususnya di daerah ketiak, kelamin, dan telapak kaki.

Foto: freepik

Dalam kesempatan yang sama dr. Martinus menambahkan, sebenarnya tidak ada batasan pasti mengenai kapan waktu yang tepat bagi remaja untuk memulai perawatan kulit. Namun, umumnya remaja akan mulai inisiatif untuk mencari perawatan kulit saat memasuki masa pubertas, dimana mulai timbul kelainan kulit akibat pengaruh hormon androgen.

Jenis perawatan yang bisa dilakukan oleh remaja bergantung pada keluhan yang dialaminya. Misalnya dalam menangani masalah jerawat dan HPI (Hiperpigmentasi Pasca Inflamasi), dapat dilakukan terapi tambahan yaitu:

  1. Ekstraksi komedo, yaitu metode perawatan kulit untuk mengeluarkan komedo yang meradang atau tidak meradang dan dianggap perlu oleh dokter dengan alat ekstraktor komedo yang aman bagi kulit.
  2. Penyuntikan Kortikosteroid Intralesi (KIL) untuk lesi yang berbentuk nodus dan lesi yang meradang. Kandungan triamsinolon acetonide yang digunakan pada perawatan ini dapat mengurangi peradangan pada jerawat dan juga menghambat pertumbuhan keloid.
  3. Chemical peeling, yang dilakukan dengan mengoleskan cairan peeling kimia tertentu pada kulit bagian tubuh tertentu untuk mendapat efek eksfoliasi lapisan kulit mati dan efek spesifik lainnya.
  4. Mikrodermabrasi, yang dapat mengangkat kulit mati secara cepat namun nyaman dilakukan.
  5. Laser NdYag, yaitu perawatan menggunakan laser untuk menghilangkan berbagai kelainan pigmentasi di wajah.

Sedangkan scar acne dapat diterapi dengan chemical peeling, mikrodermabrasi, dan laser CO2. Laser CO2 yang dapat mengatasi masalah jaringan parut adalah laser CO2 fractional, yaitu tindakan dengan laser yang menggunakan teknologi Fractional Carbon Dioxide.

Lain halnya dengan masalah bau badan dan keringat berlebih, yang dapat diperbaiki dengan terapi injeksi Botulinum Toxin atau lebih dikenal dengan sebutan botox, yaitu sebuah perawatan melalui penyuntikkan produk toksin yang berasal dari bakteri Clostridium Botulinum.