Setiap wanita pasti akan memasuki masa dimana siklus hormonal mengalami perubahan, seiring dengan berhentinya siklus menstruasi. Hal tersebut merupakan tanda bahwa akan berakhirnya usia reproduktif dan menjelang datangnya masa menopause. Datangnya menopause tidak bisa dianggap remeh, sebab sebagian wanita akan merasa tidak nyaman dan kesulitan dalam melewatinya.

Bukan hanya wanita, menopause pun ternyata dialami oleh pria namun dikenal dengan sebutan andropause. Dijelaskan oleh dr. Nugroho Setiawan, Sp.And, menopause adalah terjadinya satu kemunduran hormon secara drastis saat menstruasi, terutama hormon esterogen. Sedangkan pada pria, kemunduran hormon terjadi secara perlahan, sehingga banyak pria yang merasa biasa saja. “Banyak pria yang merasa ‘ah, nggak apa-apa’, pelan-pelan, adaptasi dari biasa,” ujar dr. Nugroho.

dr. Nugroho juga menjelaskan, bahwa sebenarnya baik perempuan maupun laki-laki mencapai titik puncak kesehatannya pada usia 25-30 tahun. Setelah melewati umur 30 tahun akan terjadi proses mundur kesehatan yang disebut proses degenerasi. “Agar mundurnya tidak terlalu cepat maka harus istirahat cukup, melakukan olahraga yang tepat dan benar, mengatasi beban psikis dengan baik, mengonsumsi makanan yang bergizi dan berimbang bahkan mungkin diperlukan juga suplemen yang cukup dan benar, sehingga akan lebih awet mundurnya,” terangnya.

Foto: pexels

Berbicara tentang makanan bergizi dan berimbang, dr. Nugroho menekankan bahwa sangat tepat jika konsumsi makanan yang lengkap dengan karbohidrat, protein, lemak, multivitamin, mineral, dan sebagainya. “Kalau itu tidak ada ya berarti tidak sehat, sehingga diperlukan supplementation tambahan,” kata dr. Nugroho di sela-sela kegiatannya.

Seperti dikatakan sebelumnya, psikis juga memengaruhi proses degenerasi. Seperti stress yang tidak tertangani dengan benar akan mengganggu kesehatan. Jadi tergantung bagaimana menyikapi kondisi tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Nugroho mengatakan bahwa andropause tidak mudah terdeteksi, namun umumnya dapat dilihat dari kondisi fisik. Seperti tidak berenergi, loyo, tubuh relatif gemuk, gairah seksual rendah serta terancam penyakit-penyakit metabolik.

Untuk mengetahuinya, yang bisa dilakukan adalah dengan mengisi ADAM Questionnaire. Namun harus diisi dengan jujur. Kuesioner ini merupakan sebuah tes yang bertujuan untuk mengetahui gejala-gejala penurunan hormon testosteron pada pria.

Andropause memang tidak diketahui kapan munculnya, juga tidak dapat dicegah maupun dihentikan. Meski demikian, para pria dapat mengusahakan proses penurunan hormon testosteron tidak terlalu cepat terjadi, salah satunya dengan makanan yang bergizi dan berimbang.