Pada dasarnya siapapun bisa saja terserang penyakit, baik pria maupun wanita, anak-anak, bahkan bayi sekalipun. Gangguan kesehatan yang dihadapi pun bisa saja ringan atau cenderung berat. Berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan, ternyata ada penyakit tertentu yang lebih banyak diderita wanita dibandingkan pria.

Seperti dikutip dari berbagai sumber, jenis penyakit yang diketahui lebih sering diderita kaum hawa di antaranya adalah:

Lupus

Dikatakan Prof. Dr. H. Zubairi Djoerban, Sp.PD.KHOM, lupus merupakan penyakit autoimun kronis yang bisa menyerang beberapa organ tubuh seperti kulit, persendian, darah hingga ginjal, otak, dan organ dalam lainnya. Maksud autoimun adalah suatu kondisi dimana tubuh diserang oleh sistem imun yang semestinya melindungi tubuh sendiri.

Penyakit ini memang diketahui lebih sering terjadi pada wanita, diduga hal tersebut terkait dengan faktor hormonal sebagai salah satu faktor pemicunya.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti lupus, namun ada dugaan bahwa kombinasi dari cahaya matahari, zat kimia, obat-obat, genetik, dan hal lainnya berperan dalam hal ini.

Penderita lupus dapat berdamai dengan penyakit seribu wajah ini, asalkan minum obat teratur, di samping juga hindari kekhawatiran yang berlebih. Beberapa pasien lupus ada yang sudah tidak minum obat, sementara yang minum obat dengan durasi seminggu dua kali juga cukup banyak.

Osteoporosis

Osteoporosis adalah penyakit tulang yang ditandai dengan pengurangan massa atau kepadatan tulang sehingga mengakibatkan tulang menjadi keropos dan mudah patah.

Salah satu penyebab wanita lebih mudah terkena osteoporosis adalah hormon estrogen. Wanita memang memiliki kadar estrogen yang lebih banyak daripada pria, namun kadar ini akan mengalami penurunan yang drastis saat wanita memasuki masa menopause.  Sehingga wanita akan lebih mudah mengalami osteoporosis pada fase ini.

Dijelaskan Dr. dr. Franky Hartono, SpOT(K), diagnosis dini osteoporosis dapat dilakukan melalui bone mass density (BMD) untuk menilai kepadatan tulang. Terapi osteoporosis dilakukan melalui penyesuaian gaya hidup, olahraga yang sesuai, pemberian obat-obat anti osteoporosis, serta menjalani tindakan invasif bila osteoporosis tersebut menyebabkan tulang patah.

Foto: freepik

Kanker

Kasus kanker yang paling banyak ditemukan pada perempuan Indonesia adalah kanker serviks dan kanker payudara.

Dikatakan dr. med. Ferdhy Suryadi Suwandinata, SpOG(K-FER), pada stadium awal biasanya kanker serviks belum memberikan gejala atau tanda apapun, jika kanker serviks telah memasuki stadium lanjut barulah timbul gejala. Gejala kanker serviks yang perlu diwaspadai adalah perdarahan setelah melakukan hubungan seksual atau keputihan yang tidak sembuh dengan pengobatan; keputihan yang menjadi tanda untuk kanker serviks adalah keputihan yang berbau busuk dan bercampur darah.

Sementara kanker payudara umumnya penderita memiliki keluhan mulai dari benjolan yang teraba di payudara, perubahan ukuran dan bentuk, kerutan pada kulit, puting yang tertarik, keluarnya cairan merah dari puting, dan teraba benjolan di ketiak.

Upaya diagnostik yang dapat dilakukan untuk kanker payudara antara lain adalah Mammography, Ultrasonography (USG), dan MRI payudara. Sedangkan kanker serviks stadium dini dapat dideteksi dengan melakukan pap smear.

Penyakit Jantung

Masalah kesehatan yang satu ini memang seringkali juga menyerang kaum pria, namun karena dalam perkembangan penyakit jantung pada wanita adalah sindrom metabolik maka kombinasi antara lemak di sekitar perut, tekanan darah tinggi, gula darah yang tinggi, dan triglycerides tinggi menjadikan gangguan jantung lebih banyak menyerang wanita dibandingkan pria.

Gejala-gejala umum yang biasanya muncul dan harus diwaspadai adalah nyeri dada seperti ditekan benda berat, biasanya dapat terjadi di seluruh bagian dada selama beberapa menit atau hilang timbul, kemudian nyeri di salah satu atau kedua lengan, punggung atas, leher dan rahang yang tidak jelas penyebabnya, nyeri di daerah ulu hati atau rasa tertekan benda berat pada daerah perut atas, sulit bernafas disertai nyeri dada atau tanpa nyeri dada, mual dan muntah tanpa sebab yang jelas, terasa pusing, rasa melayang, pingsan, gangguan tidur tanpa sebab yang jelas, keringat dingin yang berlebihan, dan rasa lelah meskipun ketika sedang duduk atau beristirahat.

Jika Medika Friends merasakan tanda-tanda seperti di atas, jangan abaikan dan segera konsultasikan kepada dokter untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.