Terkadang banyak orangtua yang kebingungan untuk memberikan pilihan makanan kepada buah hatinya. Apalagi jika anak mereka termasuk tipe pemilih dan tidak suka makan. Kemudian bagaimana sebenarnya cara yang tepat untuk mengenalkan makanan sehat dan kaya nutrisi kepada anak-anak? Rachel Olsen, seorang ahli gizi, akan memaparkan tips untuk orangtua terkait hal ini.

Rachel Olsen mengatakan, cara pengenalan makanan ke anak-anak pada dasarnya harus berulang-ulang, tetapi tetap menyenangkan. “Nah, waktu libur sekolah seperti sekarang ini adalah waktu yang sesuai untuk mulai belajar,” kata wanita berdarah Indonesia-Denmark ini. Dia mengatakan juga bahwa pemberian sayur dan buah sebaiknya dilakukan tiap hari, agar mereka terbiasa dan tidak menolak lagi nantinya.

Hal lain yang perlu diajarkan kepada anak adalah mengenal warna makanan yang mirip atau sama, yang belum tentu memiliki rasa yang sama. Jadi, misalnya saat anak tidak menyukai rasa brokoli berwarna hijau, orangtua masih bisa mengenalkan sayuran berwarna hijau lainnya. “Anak biasanya mengasosiakan warna dengan rasa. Disini pentingnya peran orangtua untuk mengajarkan tentang keberagaman warna dan rasa pada makanan yang diberikan ke anak-anak,” ujarnya.

Foto: freepik

Orangtua dapat pula mengkreasikan makanan agar terlihat lebih menarik untuk anak. Contohnya dengan membuat tomat dan timun ke bentuk karakter kartun. “Hal ini akan menstimulasi rasa penasaran anak untuk mencoba makanan itu,” tambah Rachel. Selain itu, faktor yang tidak kalah penting bagi orang tua adalah tidak boleh pantang menyerah. Menurut riset yang sempat ia lakukan saat kuliah, kebanyakan anak akan terbiasa dengan satu makanan, setelah mencoba hingga 15 kali. Untuk itu, pembiasaan makanan sehat harus dilakukan terus-menerus dan secara reguler.

Di samping makanan sehat, orang tua juga diharapkan memerhatikan tambahan multivitamin yang berguna untuk tumbuh kembang si kecil. Sebab belum tentu kalau setiap hari anak makan sayur dan buah, penyerapan vitamin dan mineralnya dapat 100 persen sempurna di dalam tubuh. Oleh karena itu, multivitamin dibutuhkan untuk melengkapi kebutuhan ini. “Sekarang sudah ada multivitamin gummy untuk anak, yang mengandung vitamin dan mineral penting termasuk zink,” ucapnya lagi.

Multivitamin dapat menjadi pendamping makanan anak, namun bukan berarti bisa menggantikan seluruh kebutuhan nutrisi dan vitamin anak sehari-hari. Orangtua tetap dianjurkan untuk ajarkan anak mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin, mineral, dan nutrisi penting lainnya.