Tak jarang, puasa kerap dijadikan alasan untuk bermalas-malasan. Terkadang puasa juga membuat sebagian orang menjadi lemas dan mengantuk terutama di siang hari, saat tengah beraktivitas. Untuk mengatasinya, tidak sedikit orang yang akhirnya konsumsi multivitamin sebagai salah satu pilihan untuk membuat puasa lebih ‘kuat’.

Namun pertanyaan yang muncul kemudian adalah, apakah multivitamin benar-benar dapat membantu dalam berpuasa? Atau lemas dan mengantuk sebenarnya disebabkan oleh hal lain seperti pola makan sahur yang masih belum benar?

Rachel Olsen, seorang nutritionist, mengatakan bahwa sahur merupakan salah satu faktor penting untuk menunjang energi yang diperlukan selama beraktivitas saat puasa. Oleh karena itu, asupan selama sahur harus diperhatikan, baik jenis maupun kuantitasnya.

Foto: pexels

Menurut wanita lulusan Metropolitan University of Denmark ini, makanan sahur sebaiknya memenuhi paling tidak kandungan karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. “Kalau bisa sumber karbohidrat, sayur, dan buah yang kita makan mengandung serat yang tinggi. Serat yang tinggi bisa membantu untuk menyimpan energi lebih lama saat berpuasa. Selain itu, serat juga membantu meningkatkan bakteri baik dalam lambung kita. Jadi penyerapan vitamin dan mineral bisa lebih optimal nantinya,” ujarnya.

Untuk protein, Rachel menjelaskan bahwa sebaiknya memilih protein yang rendah lemak. Dia menambahkan juga bahwa segala jenis makanan, termasuk yang mengandung protein tinggi untuk tidak digoreng. Karena proses penggorengan bisa meningkatkan potensi lemak jenuh yang nantinya akan susah untuk dicerna oleh lambung dan tidak baik untuk tubuh.

Kemudian bagaimana peran multivitamin untuk orang yang berpuasa? Rachel mengatakan bahwa terkadang setiap orang tidak selalu memenuhi kebutuhan nutrisinya secara seimbang dari makanan. Oleh sebab itu, konsumsi multivitamin yang teratur disarankan dilakukan setiap hari, terlebih di bulan puasa. “Kalau tubuh kekurangan vitamin dan mineral, bisa mengakibatkan tubuh kita cepat lelah, lemas dan tidak berenergi. Makanya sebaiknya kita selalu menjaga kondisi tubuh dengan minum multivitamin, supaya tetap fit beraktivitas saat berpuasa,” tuturnya.

Foto: freepik

Meski demikian Medika Friends sebaiknya jangan asal-asalan memilih multivitamin yang akan dikonsumsi. Sebaiknya pilih multivitamin yang komposisinya tidak berlebihan, yang sudah disesuaikan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian yang dikeluarkan Kemtrian Kesehatan RI. “Pada dasarnya tubuh manusia hanya dapat menyerap vitamin dan mineral dalam dosis tertentu. Oleh karena itu, pilih yang dosis seimbang sehingga cocok untuk dikonsumsi tiap hari,” tutur Rachel.

Rachel menyarankan, waktu yang paling tepat untuk mengonsumsi multivitamin selama bulan Ramadhan adalah ketika setelah makan atau sahur. Sebab, beberapa vitamin seperti A, D dan E yang terkandung pada multivitamin juga larut dalam lemak. Selain itu, kandungan vitamin B kompleks berguna untuk mengoptimalkan energi yang didapatkan dari makanan sahur. Kandungan mineralnya juga membantu memaksimalkan antioksidan, sehingga tubuh tidak gampang lelah dan lemas. Jadi, agar kita tetap aktif selama berpuasa, sebaiknya mengonsumsi makanan bernutrisi seimbang saat sahur dan juga melengkapinya dengan multivitamin.