Pernahkah Medika Friends mendengar istilah ‘Kelainan Refraksi’? Jika belum, mari kita ulas sedikit tentang gangguan yang menyebabkan penglihatan menjadi tidak fokus ini. Padahal seperti kita ketahui, penglihatan merupakan sesuatu yang sangat penting, sehingga jika ada sedikit saja yang mengganggu mata, pasti akan membuat kita merasa tidak nyaman.

Dalam sebuah kesempatan, dr. Zoraya Ariefia Feranthy, SpM mengatakan bahwa kelainan refraksi merupakan suatu kondisi dimana cahaya yang masuk ke dalam mata tidak dapat difokuskan dengan jelas, sehingga bayangan benda terlihat buram atau tidak tajam.

“Sedangkan pada mata normal, cahaya yang masuk akan difokuskan tepat pada retina (saraf mata) dan menghasilkan bayangan benda yang jelas,” jelasnya.

Kelainan refraksi memiliki beberapa jenis, antara lain adalah Myopia yaitu bayangan dari benda yang terletak jauh berfokus di depan retina pada mata yang tidak berakomodasi. Hipermetropi atau Hiperopia atau rabun dekat adalah kelainan refraksi mata di mana bayangan dari sinar yang masuk ke mata jatuh di belakang retina. Kemudian Astigmatisme, yaitu gangguan penglihatan yang diakibatkan kelainan pada kelengkungan lensa atau kornea yang berakibat pandangan terdistorsi atau kabur.

Foto: freepik

Adapun pilihan terapi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kelainan refraksi, seperti dikatakan dr. Zoraya yaitu menggunakan kacamata atau kontak lensa, dan bedah refraktif, termasuk di dalamnya LASIK, TRANS-PRK, PRK, Clear lens extraction.

“LASIK adalah laser assisted keratomileusis yang menggabungkan metode pembuatan flap (lapisan tipis) pada kornea dan laser untuk mengubah kelengkungan kornea, sehingga kelainan refraksi dapat terkoreksi,” papar dr. Zoraya.

TRANS-PRK adalah suatu inovasi metode mutakhir dalam bedah laser dimana tidak ada sentuhan ke kornea oleh alat apapun selain laser, sedangkan PRK atau photorefractive keratectomy adalah metode dengan cara menyingkirkan sel epithelium atau lapisan bening yang berada di permukaan mata dan memperbaiki jaringan kornea dengan laser, Clear Lens Extraction atau CLE adalah metode pengeluaran lensa crystalline yang masih jernih,” lanjutnya.

Gangguan penglihatan tentu saja memiliki dampak negatif pada aktivitas harian yang memerlukan fungsi penglihatan seperti mobilitas, keikutsertaan dalam kegiatan sosial dan ranah kualitas hidup lainnya. Hal ini mengakibatkan berkurangnya kemampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan, mengisi waktu luang, atau melakukan aktivitas harian.

Foto: freepik

Sebagai tambahan informasi untuk Medika Friends ketahui, penyebab gangguan penglihatan pun bermacam-maca. Namun gangguan terbanyak yang terjadi di seluruh dunia adalah gangguan refraksi yang tidak terkoreksi sebesar 42%, diikuti oleh katarak 33% dan glaucoma 2%. Sedangkan sebesar 18% tidak dapat ditentukan dan 1% adalah gangguan penglihatan sejak masa kanak-kanak.

Jadi Friends, jangan sepelekan kesehatan matamu ya! Setidaknya cegah dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang tidak akan merusak penglihatan. Hindari menonton televisi atau terlalu dekat dengan layar monitor dalam jangka waktu lama, kemudian jangan membaca di tempat yang pencahayaannya redup atau sambil tduran, karena kebiasaan tersebut merupakan penyebab umum mata rabun. Bukan hanya itu Friends! Usahakan untuk selalu mengonsumsi makanan yang dapat menutrisi mata, dan periksakan kondisi matamu secara rutin pada ahlinya.